Selasa, 27 Januari 2015

Menjadi Diriku

A : Hei, ada apa? Kau terlihat tak seceria biasanya?

B : ........

A : Jangan katakan kau seperti ini karena hal itu?

B : Kau tahu, terkadang aku lelah dengan semua ini, aku harus menjadi seseorang yang bukan diriku

A : Dulu sudah ku katakan bukan, bahwa menjalani kehidupanmu yang sekarang ini sangat tidak mudah, tidal seperti yang kau bayangkan. Semua tidak akan selalu berjalan sesuai rencanamu. Tapi kau selalu merasa yakin dengan dirimu, kau terlalu naif.

B : Ya, memang aku terlalu naif dengan keputusanku itu. Tapi jika aku punya begitu banyak pilihan untuk menjadi orang yang seperti apa, mengapa tak bisa ku temukan pilihan untuk tetap menjadi diriku sendiri, untuk menjalaninya dengan caraku?

A : Bukan saatnya menyesali yang terjadi, semua ini adalah bagian dari sebuah rencana besar kehidupanmu yang pasti akan sangat menyenangkan. Kau tahu, justru dengan sikapmu yang seperti ini kau bukanlah dirimu, kau yang ku kenal adalah kau yang selau tersenyum.

B : Ya, mungkin kau benar, aku harusnya bisa menempatkan diriku pada suatu situasi.

A : .......

B : Kau tahu, kini aku sadar sesuatu.

A : Apa?

B : Aku sadar, bahwa hanya denganmu aku bisa tetap menjadi diriku sendiri, dan itu selalu membuatku merasa bahwa kau begitu hebat. Aku selalu ingin denganmu, karna aku temukan kebahagiaan dengan menjadi diriku sendiri saat bersamamu. Kau tahu, mungkin kau juga termasuk bagian dari rencana besar itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar