Selasa, 22 Oktober 2013

Inikah Pendidikan yang Terjamin?


 "ya kalo uang segitu, di jogja udah lebih dari cukup mas buat hidup sehari-hari'

kalimat ini terucap dari seorang pedagang di kota bandung, tempat penulis kini berdomisili. kalimat 'uang segitu' di ucapannya itu adalah tentang uang kuliah yang harus dibayar pada tahun ini. ya, masalah uang kuliah. masalah ini memang menjadi hal yang harus segera diatasi dan dicari solusinya. sedikit berbagi, pada saat penulis mengikuti sidang penerimaan mahasiswa baru, saat itu menteri pendidikan yang sedang menjabat berkata,'tahun depan masuk kuliah akan digratiskan'

tapi kenyataannya bagaimana? memang, di tahun setelah penulis di terima menjadi mahasiswa itu, di kampus penulis tidak ada lagi pembayaran uang pangkal. tapi ternyata, dibalik tidak adanya uang pangkal itu, mahasiswa diwajibkan membayar uang semester yang naik 100% dari tahun sebelumnya! memang benar apa yang dikatakan pak menteri pendidikan setahun yang lalu, kalau tahun ini masuk kuliah gratis. tapi yang gratis ternyata memang hanya sekadar untuk masuknya saja, tapi tidak untuk kuliahnya, kuliah tetap bayar! bahkan, jika dikalkulasikan, total biaya yang harus dibayarkan oleh mereka yang tidak ada uang masuk akan lebih besar, lebih mahal dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya. akibatnya, telah terjadi di kampus penulis, bagaimana 404 orang mahasiswa baru tahun ini, terancam cuti kuliah karena permintaan pengunranga uang kuliahnya yang selangit itu tidak diterima. bagaimana indonesia bisa maju jika tidak semua rakyatnya bisa mencicipi pendidikan yang sama? padahal di dalam Undang-Undang Dasar negara ini, di pasal 31, telah dijelaskan bahwa setiap warga negara indonesia, BERHAK menerima pendidikan, dan pemerintah WAJIB membiayainya. tapi apa kenyataannya?

bagaimana bisa semua warga negara berkuliah, jika biayanya masih selangit seperti itu. seperti yang dikatakan oleh pedagang tadi, ya kalau uang sebesar itu, di beberapa kota dan desa yang ada di negara ini, sudah bisa dijadikan biaya hidup. ya, secara kasar, pasti banyak yang berfikir, kalau udah ada dan bisa makai uang segitu, ngapain dipakai buat kuliah yang secara kasat mata tidak menarik untuk dijalani. lebih baik uang itu langsung di pakai untuk biaya hidup, tidak harus repot-repot mengurus perkuliahan. ya, itu pemikiran yang tidak sepenuhnya salah, bahkan mungkin benar. andai kuliah di negara ini digratiskan, atau paling tidak dijadikan seperti bayar SPP di SD, orang-orang akan lebih tertarik untuk paling tidak mencicipi terlebih dahulu bagaimana nikmatnya pembelajaran yang akan didapat dari dunia mahasiswa.

harusnya, pemerintahan sudah menganggarkan biaya yang besar untuk pendidikan di negeri ini, tidak hanya 20% dari APBN. padahal, dari 20% itu, sudah banyak terpakai untuk biaya-biaya di luar biaya pendidikan. pemerintah harus segera menaikkan APBN untuk pendidikan, agar negara yang kaya ini bisa segera melangkah menjadi negara maju. karena, saat ini, tengah memiliki keuntungan demografi. apa itu? keuntungak demografi it adalah saat ini di indonesia memiliki jumlah penduduk yang berusia muda, berusia di sekitar 14 sampai 23 tahun, berusia terbaik untuk mendapat pendidikan, yang sangat banyak, sangat berlimpah. karena itulah, kita harus bisa memanfaatkan keuntungan demografi ini, yang akan sangat mungkin menjadikan negara ini menjadi negara maju, jika keuntungan ini dimanfaatkan dan ditangani dengan benar. ya, inilah indonesia, memiliki banyak sekalai kekayaan. hanya tinggal bagaimana kita, tidak hanya pemerintah, bisa memanfaatkan segala kekayaan itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar