Kamis, 08 Agustus 2013

Sayangnya, Manusia Tidak Bisa Memakan Cinta

(gambar disadur dari sini)
ramadhan tahun ini telah berlalu, pergi  meninggalkan kita begitu saja, khususnya aku. entah apa saja yang telah aku lakukan, ramadhan tahun ini tiba-tiba saja berakhir. parah memang. tahun ini ramadhan ku lalui begitu saja. bahkan dua pertiga dari hari ramadhan ku habiskan untuk rangkaian diklat dan ospek jurusan. mudah-mudahan kegiatan itu juga dilihat sebagai amal ibadah oleh sang maha melihat. semoga kita termasuk orang-orang yang 'beruntung' di awal syawal ini, terjadi perubahan ke arah yang lebih baik pada diri kita. dan semoga kita masih diberi kesempatan berjumpa dengan ramadhan di tahun depan, untuk menjadi hambanya yang lebih baik, aammiin..

namun, di tulisan kali ini bukan itu yang ingin ku bahas. hari ini, tepatnya tadi siang, teman-temanku di hebohkan oleh berita sekaligus undangan pernikahan salah satu teman kami di STEI ITB 2012. dia akan menjalankan sunah, menyempurnakan kehidupannya, menikah.

lalu, aku pun tersadar, bahwa kini angkatanku memang sudah 'berumur'. beberapa di antar kami saling bertanya satu sama lain,'kapan nyusul?' pertanyaan yang menurutku memang sudah mulai terbersit di fikiran angkatan kami, yang telah menginjak usia berkepala 2. ada hal unik yang aku temui dalam hal ini. pertama, jika ia adalah seorang wanita, maka ia adalah orang yang dipilih, seperti perkataan temanki,'kalo kita yang cewek sih, nunggu dilamar aja'. ya, itulah hakikatnya seorang wanita, dipilih. kalaupun mereka dilamar di usia awal 20an ini, jika mendapat restu dari orang tua, mereka tinggal memilih untuk menerima atau tidak pinangan itu, tanpa perlu memikirkan hal lain. ya, itulah kaum hawa.

lantas bagaimana dengan kaum lelaki? teman-temanku yang lelaki lebih memilih untuk menjawab,'masih lama ah, entar aja mikirinnya, sekarang nyari calon aja dulu' ya itu lah jawaban mereka. itu pasti. karena jika wanita dipilih, maka pastilah lelaki harus memilih. namun, tidak seperti wanita yang jika dipinang tinggal memilih untuk menjawab 'ya' atau 'tidak', lelaki harus berfikir lebih matang untuk 'memilih' dan melanjutkan ke tahap 'serius' itu. lelaki harus memikirkan bagaimana bertanggungjawab atas pilihan yang diambilnya. bagaimana ia bisa memberi nafkah untuk yang dipilihnya. karena mengutip perkataan seorang teman,'sayang manusia gak bisa dikasih makan cinta'. ya, banyak yang harus dipertimbangkan oleh para lelaki untuk melanjutkan hubungan ke tahap serius. jadi, jangan salahkan para lelaki jika memilih untuk menikah lebih lambat. mengutip perkataan teman (lagi),'tunggu sajalah kami, para lelaki, telah mantap untuk memilih kalian'

Tidak ada komentar:

Posting Komentar