Selasa, 06 Mei 2014

Nostalg-IC

Mari ber-“nostalgic” (nostalgia IC).

Ada satu hal yang yang ingat dari almamater saya itu malam ini. Tentang ‘kumpul’.
Kumpul, meski sebetulnya kata ini mengandung banyak tujuan, mulai dari kumpul untuk hanya sekadar bertemu canda, sampai kumpul serius untuk hal semisal rapat membahas suatu hal tentang organisasi, namun ditulisan ini saya ingin lebih menitikberatkan tentang kumpul yang ber’bau’ serius. Kenapa? Karena permasalah kumpul untuk sekadar temu kangen, temu canda, atau pun temu sapa, adalah suatu masalah yang lebih pelik. Karena itu adalah masalah rindu. Ah, mudah-mudahan lain kali saya mampu menulis tentang rindu.

Kembali lagi ke topic, yaitu nostalgic dalam hal kumpul (sekali lagi, kumpul disini dalam artian kumpul serius). Ada perbedaan mencolok yang saya rasakan antara kumpul di kampus dan kumpus di IC. Saya merasa, ngumpul di kampus ini sangat jauh bertolak belakang dengan kumpul yang sering saya alami di IC. Kalau di kampus gajah ini, kumpul adalah seperti suatu hal yang sedikit berat untuk dilakukan. Sedikit susah untuk mengajak orang untuk kumpul di kampus gajah ini. Banyak yang lebih memilih untuk melakukan kegiatan lain ketimbang ikut kumpul. Untuk yang ikut kumpul, akan lebih memilih agar kumpul itu segera selesai dan bisa kembali ke aktivitas masing-masing. Adalah suatu kebahagiaan jika kumpul tersebut bisa selesai dalam waktu yang relative singkat. Akan lebih baik jika kumpul menjadi jarang. Jika tidak kepentingan mendesak, kumpul akan ditiadakan. Jarang diadakannya kumpul akan lebih membuat bahagia.  Pun saya merasa hal yang sama. Saya merasa senang jika suatu kumpul cepat selesai, cepat ‘beres’.  Saya akan sangat senang jika kumpul dibatalkan karena suatu hal. Saya akan sedikit merasa malas jika kumpul lebih sering diadakan.

Dan itulah perbedaan yang saya rasakan dibanding dengan kumpul di IC, madrasah saya sebelum menempuh pendidikan di kampus gajah ini. Ketika di IC, kumpul adalah suatu hal yang sangat ditunggu. Kumpul adalah hal yang bisa menghilangkan kejenuhan. Kumpul adalah hal yang tidak dinginkan cepat berakhir, bahkan terkadang sampai menunggu diusir guru asrama, baru kumpul akan bubar. Kumpul adalah suatu hal yang menyenangkan, membahagiakan. Kumpul adalah hal yang sangat disesalkan bila tiba-tiba dibatalkan. Itulah kumpul yang terjadi di Insan Cendekia. Bahkan, ketika berpapasan di jalan, jika di minggu itu belum ada jadwal kumpul, dengan sendirinya akan terucap ajakan,”kumpul yuk!”. Ya, kumpul menjadi hal yang sangat ingin dilakukan. Mengapa?


Entahlah. Saya tak tahu pasti apa jawabannya. Mengapa kumpul di IC bisa begitu berbeda dengan kumpul di kampus, entahlah. Mungkin, karena saat ini kita adalah mahasiswa, yang berprinsip, berideologi. Mungkin. Yang jelas, saat di Insan Cendekia dulu, waktu kumpul yang lama, hanya sepertiga waktu awal saja yang diisi dengan pembicaraan serius seperti membahas progress kerja dan kawan-kawannya. Sisanya, kumpul akan berubah menjadi sarana bercanda, sarana ejek-ejekan, sarana bermain kartu, sarana traktiran dan makan-makan, sarana gosip, saran tertawa bersama, sarana bahagia bersama. Itulah kenyataan yang terjadi, di Insan Cendikia, dulu. Nostalgic.

PS : ucapan terimakasih terhaturkan untuk kalian, divisi PPBN OS IC 2010/2011, yang pernah mengajarkan bagaimana cara kumpul yang nyaman.

(thanks for that time, team)

4 komentar: