pada lebat belantara hutan semeru
sepi dan sendu ku lagukan merdu
pada semua gurau yang menyisakan parau
ku sertakan rayuan yang masih malu-malu
pada lirik-lirik yang penuh ragu
rindu tetap melaju menyerbu telingamu penuh seru
pada setiap waktu yang berlalu dalam jemu
biarkan semua suara tetap merdu
pada mimpi-mimpi yang terendap semu
bayangmu selalu menemani malam yang layu
pada semua kenangan yang menjadi rindu
ku harap waktu kan membawa temu
pada angin yang berhembus lugu
ku titipkan pesan ini untukmu
Tampilkan postingan dengan label Kutipan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kutipan. Tampilkan semua postingan
Selasa, 26 September 2017
Sabtu, 03 September 2016
Adam, Kisah Munculnya Manusia di Bumi - The Story
Syahdan, ketika Adam akan diciptakan dan akan dinobatkan sebagai pemimpin di muka bumi, iblis tidak bisa menerima hal itu. Iblis menganggap bahwa dia lebih pantas untuk menjadi pemimpin di bumi, bukan Adam. Iblis sombong, ia merasa bahwa ia telah menjadi hamba Allah yang sholeh, yang selalu beribadah kepada-Nya, ia merasa bahwa ia lebih baik karena diciptakan dari pada api. Maka kesombongan iblis ini membuatnya menolak perintah Allah, menolak kebenaran. Dan itulah hakikat kesombongan. Kesombongan bukan dari pakaian yang kita pakai, bukan dari kendaraan yang kita bawa, bukan dari rumah yang kita huni. Kesombongan adalah saat seseorang menolak kebenaran yang disampaikan padanya, seperti iblis yang menolak perintah Allah padahal dia mendengar langsung Allah berbicara padanya. Semoga Allah menjauhkan kita dari sifat sombong, dari sifat menolak kebenaran.
Penolakan iblis ini membuat Allah mengusirnya dari langit, dan kelak akan dimasukkan ke neraka. Iblis tidak begitu saja terima. Ia pun berdoa, meminta pada Allah agar Allah menangguhkan, memanjangkan umurnya agar bisa hidup sampai hari kiamat nanti. Iblis ingin menyesatkan manusia, keturunan Adam, yang telah membuatnya diusir dari langit dan masuk neraka, agar manusia juga ikut masuk neraka bersamanya. Wal iya zubillah. Iblis berdoa pada Allah, dan Allah mengabulkan doa iblis tersebut. Lihatlah teman, para pembaca, kalau iblis saja yang Allah murka padanya, yang Allah marah padanya, tapi Allah masih mengabulkan doanya, mungkinkah Allah tidak mengabulkan doa kita? Tidak mungkin teman, jika Allah mau mengabulkan doa iblis yang telah Dia murkai, pasti Allah mengabulkan doa kita yang Allah masih menginginkan kita yang masih Allah berikan kesempatan bertaubat pada-Nya. Maka masihkah kita malas berdoa? Masihkah kita ragu kepada janji Allah, ragu bahwa Allah akan mengabulkan doa kita? Sungguh, Allah pasti mengabulkan doa hamba-Nya.
Singkat cerita, setelah penciptaannya dan ditempatkan di surga, Adam merasa kesepian berada di sana sendirian. Maka ia meminta kepada Allah agar diberikan teman, dan Allah memberinya pasangan. Allah memberikan Hawa pada Adam. Hawa, pasangan yang diberikan Allah untuk Adam, yang diciptakan dari tulang rusuk Adam. Untuk para lelaki, rasulullah berpesan agar kita menyadari ini. Bahwa wanita itu, pasangan kita itu, istri kita itu, tercipta dari tulang rusuk. Dan tulang rusuk adalah tulang yang bengkok dan rapuh. Maka jika ingin meluruskannya, ingin bersikap padanya, sikapilah ia dengan lemah lembut tanpa adanya kekerasan dan paksaan sedikit pun! Karena jika kita mengeraskannya, sedikit membentaknya, wanita itu pasti akan patah dan sakit. Maka perlakukanlah pasangan kita dengan lemah lembut dan penuh kasih sayang.
Setelah munculnya Hawa, iblis mulai menjalankan rencananya tadi untuk menyesatkan Adam dan keturunannya. Maka dihasutlah Adam oleh iblis, agar memakan suatu buah dari pohon di surga yang Allah telah melarang Adam untuk mendekati apalagi memakan buah dari pohon tersebut. Iblis merayu Adam dengan tipu dayanya. Ia mengatakan bahwa buah itu adalah buah kekekalan, iblis menamakannya buah khuldi. Iblis menipu Adam dengan mengatakan bahwa jika Adam memakan buah tersebut, Adam akan bisa kekal hidup di dalam surga yang sangat indah dan menyenangkan itu. Padahal sebaliknya, jika Adam makan buah itu dia malah akan dikeluarkan dari surga, bukan menjadi kekal di surga. Hati-hati dengan tipu daya iblis yang seperti ini, yang membolak-balikkan kebenaran yang ada. Seperti sekarang, orang justru malu bilang kalau dia mau nikah padahal halal, tapi bangga bilang kalau dia udah punya pacar padahal gak halal. Atau sekarang namanya bunga, yang mana bunga itu wangi, harum, indah. Padahal sebetulnya itu riba, yang busuk, keji, dan menyiksa. Tapi diubah namanya jadi bunga, karena kalau di lembar penawaran ditulis riba sekian persen, orang gak bakal mau karena riba itu buruk emang. Maka hati-hati dengan permainan iblis yang suka memutar balikkan pandangan manusia.
Kembali ke kisah Adam. Adam ternyata masuk ke dalam tipu daya iblis itu, Adam percaya bahwa jika makan buah itu dia akan kekal di surga. Adam tertipu. Ia pun memakan buah itu. Adam melakukan satu dosa, satu kesalahan. Hanya satu. Tapi kesalahannya yang satu itu sudah membuat Adam harus menerima hukuman yang amat sangat berat, benar-benar berat. Bahkan beratnya berlipat ganda. Hukuman pertama, Adam dikeluarkan dari surga, hanya karena melakukan satu kesalahan, satu dosa. Maka bagaimana dengan kita keturunannya, bisa masuk kembali ke dalam surga Allah dengan membawa beribu bahkan berjuta dosa yang telah kita lakukan selama hidup ini? Tidak ada, kita tidak pantas mendapatkan surga Allah dengan apa yang telah kita perbuat, dengan berbagai macam keingkaran kita pada Allah, dengan berbagai pembangkangan kita kepada perintah Allah, dengan berbagai dosa kita pada Allah. Kecuali Allah telah mengampuni kita, kecuali Allah telah merahmati surga. Tidak ada seorang pun yang akan masuk surga karena amalnya, tidak ada. Surga akan kita dapatkan, karena ke-Maha Penyanyangnya Allah, karena Maha Rahmatnya Allah, yang merahmati dan mengizinkan kita untuk masuk ke surga-Nya. Semoga kita termasuk orang yang mendapat rahmat Allah, dan dimasukkan Allah ke dalam surga-Nya, kampung halaman kita yang hakiki.
Kemarahan Allah, pengusiran Allah terhadap dirinya dari surga, telah membuat Adam tersadar bahwa beliau telah termakan bujukan iblis yang menyesatkan. Adam sadar bahwa ia telah melakukan dosa, melanggar perintah Allah, yang membuat Allah marah padanya dan membuatnya terusir dari surga. Maka kemudian adam sadar, bahwa kesalahan yang telah dilakukannya adalah bentuk kesalahan yang akan merugikan diri sendiri. Dan inilah hakikat dosa yang diajarkan ayah kita Adam kepada kita. Tidak ada suatu dosa pun yang dilakukan oleh seseorang, kecuali dosa itu hanya akan memberikan kerugian dan dampak buruk bagi dirinya sendiri. Tidak ada sedikit pun kerugian bagi Allah ketika kita melakukan dosa. Namun karena Maha Pengasihnya Allah, Dia memberi kita peringatan agar kita tidak menyakiti diri kita dengan melakukan perbuatan dosa. Dan karena sadar akan hal ini, bahwa dosa yang telah dilakukannya hanya akan membuat dirinya terhina, tersiksa, terzolimi, maka Adam bertaubat kepada Allah atas kesalahan yang telah dilakukannya. Adam segera berdoa, meminta ampunan Allah terhadap dirinya atas dosa yang telah dilakukannya. Dan taubatnya Adam, diterima oleh Allah.
"Mulianya manuisa, adalah karena mereka melakukan dosa, lalu bertaubat. Dan terlaknatnya iblis, adalah karena dia melakukan dosa, tapi tidak pernah mau bertaubat atas dosanya."
Inilah yang membedakan kemuliaan manusia dan terlaknatnya iblis. Dan karena itu, Adam akan dikembalikan oleh Allah ke kampung halamannya di surga, sedangkan iblis akan kekal masuk di dalam neraka. Semua karena taubat. Semoga kita termasuk manusia yang mulia karena bertaubat dan di kembalikan ke kampung kita yang sebenarnya, surga. Amin.
Namun, Adam tetap menerima dampak buruk kedua dari dosanya meskipun dia telah bertaubat. Dampak buruk itu adalah Adam diturunkan oleh Allah ke muka bumi, bersama dengan hawa, dan juga iblis. Inilah awal kisahnya, bagaimana manusia bisa hidup di muka bumi ini. Bagaimana Adam, manusia pertama bisa sampai ke permukaan bumi. Dan bumi ini adalah bentuk siksaan yang diberikan Allah kepada Adam. Maka jangan pernah mau berlama-lama tinggal di dunia, jangan mau menjadi pengikut dunia, jangan mau mencintai dunia. Karena hakikatnya, dunia ini adalah suatu tempat penyiksaan. Dunia ini hanya tempat persinggahan yang penuh fitnah, penuh cobaan. Mari kita semua bersiap untuk meninggalkannya, untuk kembali ke kampung halaman kita, ke kampung ayah kita Adam. Kita ingin pulang, pergi dari tempat penyiksaan ini.
Kemarahan Allah, pengusiran Allah terhadap dirinya dari surga, telah membuat Adam tersadar bahwa beliau telah termakan bujukan iblis yang menyesatkan. Adam sadar bahwa ia telah melakukan dosa, melanggar perintah Allah, yang membuat Allah marah padanya dan membuatnya terusir dari surga. Maka kemudian adam sadar, bahwa kesalahan yang telah dilakukannya adalah bentuk kesalahan yang akan merugikan diri sendiri. Dan inilah hakikat dosa yang diajarkan ayah kita Adam kepada kita. Tidak ada suatu dosa pun yang dilakukan oleh seseorang, kecuali dosa itu hanya akan memberikan kerugian dan dampak buruk bagi dirinya sendiri. Tidak ada sedikit pun kerugian bagi Allah ketika kita melakukan dosa. Namun karena Maha Pengasihnya Allah, Dia memberi kita peringatan agar kita tidak menyakiti diri kita dengan melakukan perbuatan dosa. Dan karena sadar akan hal ini, bahwa dosa yang telah dilakukannya hanya akan membuat dirinya terhina, tersiksa, terzolimi, maka Adam bertaubat kepada Allah atas kesalahan yang telah dilakukannya. Adam segera berdoa, meminta ampunan Allah terhadap dirinya atas dosa yang telah dilakukannya. Dan taubatnya Adam, diterima oleh Allah.
"Mulianya manuisa, adalah karena mereka melakukan dosa, lalu bertaubat. Dan terlaknatnya iblis, adalah karena dia melakukan dosa, tapi tidak pernah mau bertaubat atas dosanya."
Inilah yang membedakan kemuliaan manusia dan terlaknatnya iblis. Dan karena itu, Adam akan dikembalikan oleh Allah ke kampung halamannya di surga, sedangkan iblis akan kekal masuk di dalam neraka. Semua karena taubat. Semoga kita termasuk manusia yang mulia karena bertaubat dan di kembalikan ke kampung kita yang sebenarnya, surga. Amin.
Namun, Adam tetap menerima dampak buruk kedua dari dosanya meskipun dia telah bertaubat. Dampak buruk itu adalah Adam diturunkan oleh Allah ke muka bumi, bersama dengan hawa, dan juga iblis. Inilah awal kisahnya, bagaimana manusia bisa hidup di muka bumi ini. Bagaimana Adam, manusia pertama bisa sampai ke permukaan bumi. Dan bumi ini adalah bentuk siksaan yang diberikan Allah kepada Adam. Maka jangan pernah mau berlama-lama tinggal di dunia, jangan mau menjadi pengikut dunia, jangan mau mencintai dunia. Karena hakikatnya, dunia ini adalah suatu tempat penyiksaan. Dunia ini hanya tempat persinggahan yang penuh fitnah, penuh cobaan. Mari kita semua bersiap untuk meninggalkannya, untuk kembali ke kampung halaman kita, ke kampung ayah kita Adam. Kita ingin pulang, pergi dari tempat penyiksaan ini.
Rabu, 31 Agustus 2016
Andai Hidayah Bisa Ku Beli
"Andai hidayah itu seperti buah yang bisa ku beli, maka akan ku beli berkeranjang-keranjang agar bisa aku bagikan kepada orang-orang yang aku cintai"
-Imam Syafi'i
Untukmu, orang-orang yang ku sayangi. Andai dapat ku beli, maka tidak ada yang lebih ingin aku beli kemudian ku berikan kepada kalian selain dari hidayah Allah. Seandainya bisa, ingin ku berikan kepada kalian nikmat terbesar yang diberikan Allah kepada makhluknya selama hidup di dunia. Seandainya bisa, ingin ku belikan untuk kalian kenikmatan yang tiada duanya di dunia ini. Seandainya bisa, ingin ku bagikan kepada kalian hidayah yang yang Allah berikan untuk hamba-Nya yang Ia cintai.
Untukmu, orang-orang yang ku sayangi. Aku tidak punya daya untuk itu. Maafkan aku, itu bukan kuasaku. Itu murni urusan Allah Jalla Jalaluhu. Aku tidak bisa membeli hidayah untuk ku bagikan sendiri. Bahkan, aku tidak bisa menjamin apakah diriku akan selalu mendapat hidayah dari Allah. Maka kita hanya bisa berusaha mencari hidayah yang murni hanya dari Allah. Tidak ada yang bisa memberikan hidayah selain Allah, bahkan tidak pula seorang rasul pun bisa melakukannya. Lalu apa dayaku, yang hanya manusia yang penuh dengan dosa, yang aku bahkan tidak tahu apakah amalanku ada yang diterima, apakah ada dosaku yang diampuni.
Untukmu, orang-orang yang sangat ku cintai. Maafkan aku. Aku tidak bisa membagikan hidayah pada kalian, walaupun aku sangat ingin. Ketahuilah, aku benar-benar ingin membagikan hidayah kepada kalian. Akan ku berikan nikmatnya hidayah untuk kalian. Agar kita bersama bisa merasakan kenikmatan yang paling nikmat yang diberikan Allah kepada makhluknya di dunia. Andai ku bisa, ingin ku bagikan hidayah kepada kalian. Agar aku bisa selalu bersama kalian. Agar Allah menyatukan kita dalam kehidupan dunia, hingga mempersatukan kita di kehidupan akhirat kelak, di dalam surga-Nya nantinya.
Andai hidayah bisa ku beli, maka akan ku beli berpapun harganya. Akan ku berikan satu untukmu, orang yang sangat ku sayangi, sebagai hadiah terbaik dariku yang bisa ku persembahkan untukmu. Agar aku bisa selalu bersamamu, sampai di surga nanti.
Senin, 08 Agustus 2016
Kutipan #14
Sering didengar orang berkomentar, "Jika rokok diharamkan, lalu bagaimana nasib jutaan rakyat Indonesia yang hidup bergantung dari rokok, seperti para petani tembakau, para pedagang, dan para buruh di pabrik rokok yang jumlahnya sangat banyak, apakah yang mengharamkan rokok bisa memberi mereka makan?"Andai komentar ini berasal dari non-muslim mungkin permasalahan tidak terlalu besar karena mereka memang tidak mau mengerti bahwa rezki datang dari Allah. Namun yang paling mengenaskan, sebagian umat Islam ikut mendendangkan komentar tersebut. padahal pernyataan ini mengandung kesyirikan yang merusak tauhid Rububiyah, yaitu meyakini bahwa rezki mereka bergantung kepada rokok bukan kepada Allah. - Dr. Erwandi Tarmizi, MA
Minggu, 31 Juli 2016
Tentang Dia dan Dirimu
Terlalu banyak fikiran yang mengganggunya tentangmu
Berjuta tanya tersimpan di hatinya selepas kepergianmu
Ingin hatinya menanyakan langsung padamu
Namun ia merasa bukan itu cara yang terbaik untukmu
Adakah di hatimu sedikit tersimpan namanya
Mungkinkah dirimu mau menerima kenyataan tentang dirinya
Bisakah orang tuamu mengizinkanmu untuk hidup bersamanya
Kuatkah hatimu menahan beratnya perjuangan dengan menjadi
jantung hatinya
Ia bukan siapa-siapa
Bahkan di hatimu, ia sama sekali bukan apa-apa
Hanya fikirannya yang tak henti bertanya-tanya
Sampaikah padamu semua doa-doa
Kini ia sadar, beribu
pria mendambakan dirimu
Beratus lelaki dalam doanya menyebut namamu
Berpuluh kaum adam berusaha untuk halalkanmu
Sedangkan hanya dia satu yang tak kuasa melihat matamu
Adakah kesempatan hidup bersamamu untuknya
Malam ini ia temukan jawaban tidaknya
Mala mini ia paksakan ikhlasnya
Mala mini ia serahkan semua pada-Nya
"jangan tanyakan pertanyaan yang akan membuat kalian susah, jangan tanyakan pertanyaan yang kalian tidak ingin tahu jawabannya,"
Minggu, 20 Maret 2016
Merelakan
Melepasmu, adalah sebuah kata yang
paling ia benci. Kau mungkin tahu itu, mungkin juga tidak. Baginya, melepasmu
sama saja seperti melepas setengah bagian dari kehidupannya. Baginya, melepasmu
sama saja seperti bersiap menahan air mata saat menemukan hal yang berhubungan
dengan kalian, saat melewati jalanan yang biasa kalian lalui besama, saat
menghabiskan waktu di tempat yang biasa
kalian gunakan untuk berbagi waktu berdua. Baginya, melepasmu ada sebuah hal
yang tak pernah ia harap ada dalam kisah hidupnya. Baginya, melepasmu adalah seberat
itu, sesulit itu, sesakit itu, sepahit itu.
Tapi diperjalanan tadi, ia berkata
padaku. Bahwa mungkin melepasmu adalah sebuah keharusan untuk menghilangkan
segala rasa bersalahnya terhadap dirinya, dan terhadapmu. Hadirnya kerelaan
untuk melepasmu, bukan selalu menjadi bermakna bahwa rindu itu kini telah
tiada, bahwa rasa itu telah pergi untuk selamanya. Sebuah kesadaran dalam
dirinya, bahwa Amor Vincit Omnia tidak harus selalu berarti kemenangan
atas kedekatan dan kepemilikan. Lebih dari itu, ia menyadari bahwa frasa itu
menyimpan arti lain, bahwa cinta akan menemukan jalan kebahagiaannya sendiri.
Karena kebahagiaan tidak pernah dijamin oleh kepemilikan atas sesuatu.
Maka setelah perbincangan dengannya,
setelah untaian kalimatnya berakhir, baginya tak ada lagi pintu yang harus
diketuk. Tak ada lagi kunci yang harus dicari. Tak ada lagi rumah yang harus dibenahi.
Hanya menjalani jalan yang telah digariskan untuknya, dan untukmu. Biarkan
semuanya berjalan apa adanya bersama dengan doa, tanpa satupun rekayasa yang
tercipta.
“Jika dia memang bagian diriku,
tulang rusukku yang hilang, maka pasti suatu saat kami akan kembali bersama.”
Dia berkata demikian. “Kalau ternyata bukan dia?” tanyaku. Dia tertunduk, tersenyum
lirih. “Entahlah” tutupnya.
Rabu, 04 Maret 2015
Betapa Banyaknya
Ada 7 miliar lebih manusia di bumi
Bila setengahnya saja merasakan pernah cinta
Maka bayangkan akan ada betapa banyak kisah cinta yang tersaji di dunia ini
Bila setengahnya saja mau mengisahkannya
Maka akan ada 1 miliar tulisan tentang cinta
Dan setidaknya 5 dalam tiap detik
300 dalam tiap menit
18000 dalam tiap jam
Dan hampir setengah juta di tiap harinya
Akan ada orang yang berada entah di belahan dunia mana
Sedang berbinar-binar, gemetar, harap-harap cemas, malu-malu
Untuk mengungkapkan cintanya
Bila setengahnya saja merasakan pernah cinta
Maka bayangkan akan ada betapa banyak kisah cinta yang tersaji di dunia ini
Bila setengahnya saja mau mengisahkannya
Maka akan ada 1 miliar tulisan tentang cinta
Dan setidaknya 5 dalam tiap detik
300 dalam tiap menit
18000 dalam tiap jam
Dan hampir setengah juta di tiap harinya
Akan ada orang yang berada entah di belahan dunia mana
Sedang berbinar-binar, gemetar, harap-harap cemas, malu-malu
Untuk mengungkapkan cintanya
Selasa, 27 Januari 2015
Masa Lalu
Tentang masa lalu, terkadang adalah suatu hal yang menarik untuk diceritakan. Di lain sisi, terkadang ia menjadi suatu yang sangat tak ingin diungkit kembali. Tapi bukankah masa lalu adalah hal yang sangat berharga untuk dijadikan pembelajaran ke depannya. Lalu mengapa terkadang kita enggan untuk mengetahui masa lalu? Mengapa kita enggan untuk mengetahui sejarah?
Ya, sejarah adalah suatu hal yang sangat penting untuk dipelajari, untuk diambil pembelajarannnya. Bahkan ada yang mengatakan 'bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarah bangsanya'. Tapi apa yang terjadi pada bangsa ini? Pelajaran sejarah menjadi waktu yang digunakan untuk 'istirahat', bahkan tidur. Sedikit sekali orang yang tertarik dengan pelajaran satu ini. Mengapa hal itu bisa terjadi?
Setelah membaca tulisan seorang dosen disini, mungkin jawabannya adalah karena sejarah yang diceritakan kembali di masa ini, hanya mengambil bagian konflik fisiknya saja. Tak pernah sejarah menceritakan konflik perasaan yang terjadi di kala itu. Tidak ada penggambaran emosi pada sejarah yang diajarkan, yang diceritakan. Padahal, cerita tentang perasaan dan emosi lah yang membuat suatu tulisan dan cerita lebih menarik. Sepertinya kita harus banyak belajar bagaimana caranya menggambarkan perasaan dan emosi dengan baik dalam sebuah sejarah. Sepertinya bangsa ini akan lebih suka dan mencintai sejarah, dan menjadi bangsa yang besar.
Dan tentang sejarah, tentang masa lalu, ia tak pernah pergi meninggalkan kita, justru kita yang perlahan bergerak menjauh darinya.
Ya, sejarah adalah suatu hal yang sangat penting untuk dipelajari, untuk diambil pembelajarannnya. Bahkan ada yang mengatakan 'bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarah bangsanya'. Tapi apa yang terjadi pada bangsa ini? Pelajaran sejarah menjadi waktu yang digunakan untuk 'istirahat', bahkan tidur. Sedikit sekali orang yang tertarik dengan pelajaran satu ini. Mengapa hal itu bisa terjadi?
Setelah membaca tulisan seorang dosen disini, mungkin jawabannya adalah karena sejarah yang diceritakan kembali di masa ini, hanya mengambil bagian konflik fisiknya saja. Tak pernah sejarah menceritakan konflik perasaan yang terjadi di kala itu. Tidak ada penggambaran emosi pada sejarah yang diajarkan, yang diceritakan. Padahal, cerita tentang perasaan dan emosi lah yang membuat suatu tulisan dan cerita lebih menarik. Sepertinya kita harus banyak belajar bagaimana caranya menggambarkan perasaan dan emosi dengan baik dalam sebuah sejarah. Sepertinya bangsa ini akan lebih suka dan mencintai sejarah, dan menjadi bangsa yang besar.
Dan tentang sejarah, tentang masa lalu, ia tak pernah pergi meninggalkan kita, justru kita yang perlahan bergerak menjauh darinya.
Minggu, 18 Januari 2015
Perjalanan Kereta
"Keretamu perlahan-lahan akan berjalan pergi, meninggalkan seluruh kenyataan" (sumber)
Ya, besok keretamu akan memulai perjalanannya, keretamu akan pergi, membawa serta dirimu dan seluruh beban yang kau pikul dipundakmu itu. Besok keretamu akan pergi, meninggalkan seluruh kemyataan bahwa kau belum cukup siap untuk perjalanan kali ini, yang seperti kau bayangkan selama ini, mungkin akan cukup melelahkan dari perjalanan yang pernah kau tempuh sebelumnya. Perjalanan yang mungkin akan terasa lebih panjang dari sebelumnya.
Besok keretamu akan memulai perjalanannya, keretamu akan pergi, membawa serta dirimu dan seluruh harapan yang disandarkan dibahumu itu. Besok keretamu akan pergi, perlahan meninggalkan kenyataan bahwa kau masih belum memiliki bekal dan persiapan yang cukup untuk perjalanan itu. Tapi perjalanan itu tetap harus kau mulai, seiring dengan datangnya hari esok saat dimana keretamu perlahan beranjak pergi. Pergi menempuh perjalanan yang mungkin sebenarnya enggan kau tempuh.
Tapi sekali lagi, besok keretamu perlahan-lahan akan berjalan pergi, tak peduli seberat apapun beban yang kau pikul, tak peduli seminim apapun bekal dan persiapanmu. Kau perlahan juga akan pergi, kemanapun keretamu membawa. Kini, yang bisa kau lakukan hanyalah menikmati perjalanan yang disajikan keretamu. Yang bisa kau lakukan hanyalah mengambil sebanyak-banyaknya hikmah pembelajaran dari perjalanan berat dan panjangmu. Karena tak peduli kau berkata apa, keretamu perlahan tetap akan berjalan pergi, membawa serta dirimu.
Hei, sepertinya perjalanan pajang nan melelahkan ini akan terasa menyenangkan, jika kita menjalaninya bersama. Kita lebih hebat dari aku, bukan?
Ya, besok keretamu akan memulai perjalanannya, keretamu akan pergi, membawa serta dirimu dan seluruh beban yang kau pikul dipundakmu itu. Besok keretamu akan pergi, meninggalkan seluruh kemyataan bahwa kau belum cukup siap untuk perjalanan kali ini, yang seperti kau bayangkan selama ini, mungkin akan cukup melelahkan dari perjalanan yang pernah kau tempuh sebelumnya. Perjalanan yang mungkin akan terasa lebih panjang dari sebelumnya.
Besok keretamu akan memulai perjalanannya, keretamu akan pergi, membawa serta dirimu dan seluruh harapan yang disandarkan dibahumu itu. Besok keretamu akan pergi, perlahan meninggalkan kenyataan bahwa kau masih belum memiliki bekal dan persiapan yang cukup untuk perjalanan itu. Tapi perjalanan itu tetap harus kau mulai, seiring dengan datangnya hari esok saat dimana keretamu perlahan beranjak pergi. Pergi menempuh perjalanan yang mungkin sebenarnya enggan kau tempuh.
Tapi sekali lagi, besok keretamu perlahan-lahan akan berjalan pergi, tak peduli seberat apapun beban yang kau pikul, tak peduli seminim apapun bekal dan persiapanmu. Kau perlahan juga akan pergi, kemanapun keretamu membawa. Kini, yang bisa kau lakukan hanyalah menikmati perjalanan yang disajikan keretamu. Yang bisa kau lakukan hanyalah mengambil sebanyak-banyaknya hikmah pembelajaran dari perjalanan berat dan panjangmu. Karena tak peduli kau berkata apa, keretamu perlahan tetap akan berjalan pergi, membawa serta dirimu.
-------------------------------------------------------------------------------
Minggu, 14 Desember 2014
Rasakan Saja
Awal tahun lalu, seorang teman pernah berkata,
"galaulah! karna dengannya kau akan berkarya., kara dengannya kau akan berfikir, karna dengannya kau akan bertindak.berapa banyak lagu yang dapat kau tulis di kala terluka, berapa bait sajak yang terlintas saat gelisah, dan galau tak melulu soal cinta"
mungkin, satu semester ke belakang sudah terlalu lelah dengan semua beban jurusan yang tiada henti-hentinya, yang ternyata jurusan teknik tenaga listrik bukan hanya tentang keseruannya yang pernah dituliskan di sini tapi juga menyimpan lima ratusan lembar laporan yang harus ditulis tangan. ya, mungkin salah satu faktor ini sudah cukup membuat, bahkan lelah untuk sekadar galau. alhasil, seperti kutipa kalimat teman di atas, satu semester ke belakang sangat tidak produktif. berapa tulisan yang dihasilkan? hanya dua, dan tulisan ini yang kedua. dan memang, kedua tulisan itu dihasilkan setelah melewati masa-masa kelam semester ini, yang artinya sudah memiliki cukup tenaga untuk kembali sedikit produktif. tidak lagi berada di bawah tekanan dan kejenuhan selama satu semester terakhir, masa yang bisa dibilang cukup melelahkan dalam hidup.
tapi, hal ini jugalah yang kemudian terfikirkan belakangan ini. terisnpirasi dari salah satu tulisannya mas kurniawan gunadi, bukankah hidup memang harus begitu? bukankah dalam hidup kita tak bisa selalu bahagia? bukankah kita mendapat dan mengalami masa-masa sulit? kisah dalam hidup kita kadang harus pernah mengalami fasa di titik terendah, jatuh, terpuruk dalam lubang yang dalam. kita harus tahu, bagaimana rasanya terluka, disakiti, dijauhi, dikhianati, dibenci, dilupakan, diasingkan, tak dianggap, diremehkan. terkadang, kita harus mengalami itu semua, hamya untuk membuat kita lebih dewasa dalam menyikapi kehidupan kedepannya. begitu pula dalam cinta. terkadang, untuk bisa memaknai apa itu cinta, yang katanya bisa menembus dimensi ruang dan waktu, kita harus merasakan berbagai hal tentangnya. terkadang, kita harus tahu bagaimana rasanya tak terbalas, menunggu, ditunggu, berharap, cemas, ditikung, bertepuk sebelah tangan, diduakan, digantung, diterima, bersatu, berpisah. kadang itu semua harus kita rasakan, hanya untuk kita bisa menjadi lebih memahami dan tahu bagaimana menyikapi cinta dengan lebih dewasa.
dan kutipan terakhir, yang selama ini selalu menjadi pegangan saat merasa berada dititik terendah,
"galaulah! karna dengannya kau akan berkarya., kara dengannya kau akan berfikir, karna dengannya kau akan bertindak.berapa banyak lagu yang dapat kau tulis di kala terluka, berapa bait sajak yang terlintas saat gelisah, dan galau tak melulu soal cinta"
mungkin, satu semester ke belakang sudah terlalu lelah dengan semua beban jurusan yang tiada henti-hentinya, yang ternyata jurusan teknik tenaga listrik bukan hanya tentang keseruannya yang pernah dituliskan di sini tapi juga menyimpan lima ratusan lembar laporan yang harus ditulis tangan. ya, mungkin salah satu faktor ini sudah cukup membuat, bahkan lelah untuk sekadar galau. alhasil, seperti kutipa kalimat teman di atas, satu semester ke belakang sangat tidak produktif. berapa tulisan yang dihasilkan? hanya dua, dan tulisan ini yang kedua. dan memang, kedua tulisan itu dihasilkan setelah melewati masa-masa kelam semester ini, yang artinya sudah memiliki cukup tenaga untuk kembali sedikit produktif. tidak lagi berada di bawah tekanan dan kejenuhan selama satu semester terakhir, masa yang bisa dibilang cukup melelahkan dalam hidup.
tapi, hal ini jugalah yang kemudian terfikirkan belakangan ini. terisnpirasi dari salah satu tulisannya mas kurniawan gunadi, bukankah hidup memang harus begitu? bukankah dalam hidup kita tak bisa selalu bahagia? bukankah kita mendapat dan mengalami masa-masa sulit? kisah dalam hidup kita kadang harus pernah mengalami fasa di titik terendah, jatuh, terpuruk dalam lubang yang dalam. kita harus tahu, bagaimana rasanya terluka, disakiti, dijauhi, dikhianati, dibenci, dilupakan, diasingkan, tak dianggap, diremehkan. terkadang, kita harus mengalami itu semua, hamya untuk membuat kita lebih dewasa dalam menyikapi kehidupan kedepannya. begitu pula dalam cinta. terkadang, untuk bisa memaknai apa itu cinta, yang katanya bisa menembus dimensi ruang dan waktu, kita harus merasakan berbagai hal tentangnya. terkadang, kita harus tahu bagaimana rasanya tak terbalas, menunggu, ditunggu, berharap, cemas, ditikung, bertepuk sebelah tangan, diduakan, digantung, diterima, bersatu, berpisah. kadang itu semua harus kita rasakan, hanya untuk kita bisa menjadi lebih memahami dan tahu bagaimana menyikapi cinta dengan lebih dewasa.
"Hidup kita kadang harus seperti itu. Hanya agar kita tahu bagaimana rasanya. Agar kita belajar dan menjadi lebih bijaksana"
@kurniawangunadi
ya, mungkin memang kita hanya harus mengalami semua itu, hanya supaya kita bisa menyikapi dan menafsirkan hidup dengan lebih bijaksana. dan, mungkin semua itu akan meninggalkan bekas luka. tapi..
![]() |
| (gambar disadur dari sini) |
"In the end, everything will be allright. if it's not allright, it's not the end"
Rabu, 30 Juli 2014
Kutipan #13 Karena Ramadhan
"Jika kita beribadah karena bulan ramadhan, maka sesungguhnya bulan ramadhan telah pergi, hilang, berlalu begitu saja meninggalkan kita. Namun jika kita beribadah karena Allah, maka sesungguhnya Allah Maha Hidup, Maha Mengetahui. Barangsiapa yang berinbadah karena bulan ramadhan, maka amalan itu akan hilang dengan hilangnya bulan ramadhan. Barangsiapa yang beribadah karena Allah, maka jagalah amalan itu. Sesungguhnya, amalan yang paling disukai Allah, adalah amalan yang dilaksanakan secara istiqamah, secara terus-menerus."
Kutipan #12 Sepucuk Doa
"Ya Allah, sesunnguhnya aku, hanyalah seorang hamba-Mu. Aku, hanya seorang hamba-Mu. Aku hanya seorang hamba-Mu, di antara begitu banyaknya hamba-hamba-Mu yang lain. Sesungguhnya jikalau aku terus lari meninggalkan-Mu, maka engkau masih memiliki begitu banyak hamba-Mu yang senantiasa menaati-Mu. Tapi aku disini yang penuh akan dosa, yang telah sedikit lari dari-Mu ini ya Allah, aku disini hanya memiliki-Mu, ya Allah. Hanya diri-Mu lah tempatku berharap. Maka jika aku Engkau tinggalkan hamba-Mu yang penuh dosa ini, kepada siapa lagi aku harus berharap, pada siapa lagi aku bisa meminta ampun, siapa lagi yang bisa memaafkanku. Maka janganlah engkau tinggalkan hamba-Mu yang hanya memiliki-Mu ini, ya Allah. Tetapkanlah hati kami untuk selalu memegang teguh agama-Mu. Ampunilah segala dosaku, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun, mencintai orang yang meminta ampun."
Selasa, 10 Juni 2014
Kutipan #11 Tak Pernah Padam
"pada tau kan kalau Riau kebakaran hutannya susah dipadamin..
ya kita orang Riau juga gitu, cintanya tak pernah padam.."
dikutip dari salah satu akun medsos anak Riau, @irfantasbih
Selasa, 27 Mei 2014
Ini Bukan Tentang Kemampuan, Tapi Tanggung Jawab
Renungan malam, sebuah self-reminder
Bismillah...
| ps: terimakasih untuk pesannya, teman
Boleh jadi..
Kamu merasa dirimu terlalu kecil atas amanah yg tengah kamu jalani. Menatap orang lain begitu hebat dan berhasil dengan gemilang dengan amanahnya.
Boleh jadi..
Semua hal tiba-tiba saja bersama-sama dan bersepakat membuat kekacauan dalam hari harimu dalam setiap amanahmu.
Sebagaimana umar bin abdul aziz memaknai kepemimpinannya, bahwa amanah adalah tentang seberapa besar kamu dan jiwamu sepenuhnya bertanggung jawab.
Tanggung jawab yang membuatmu memangkas habis waktu istirahatmu, membuat tatihmu menjadi lari yang begitu cepat, atau membuat ketidaksukaanmu dipaksa untuk mencintai yang kamu kerjakan.
Tanggung jawab itu yang membuat kemampuanmu tumbuh, membuatmu belajar dengan jauh lebih cepat dari yang lain.
Dan suatu saat disatu titik, saat kamu merenung, percayalah, tiba-tiba saja kamu menyadari semua tanggung jawab yang selama ini kamu perjuangkan telah membuatmu menjadi manusia yang lebih hebat.
Karenanya..
Bersedihlah, bukan karena kemampuan yang tak kamu miliki sekarang dalam mengemban suatu amanah.
Tapi bersedih saat kamu mnyadari tanggung jawabmu mulai cacat.
Bismillah...
| ps: terimakasih untuk pesannya, teman
Rabu, 21 Mei 2014
Semangat Menulis!
“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.”
Pramoedya Ananta Toer
Pramoedya Ananta Toer
Ucapan almarhum
ini benar sekali. Banyak yang bisa kita dapatkan dari tulisan yang telah kita
buat. Sangat banyak bahkan. Contoh kecilnya, adalah yang saya rasakan sekarang.
Andai saya selalu membuat tulisan tentang perjalanan yang telah saya lakukan
sebelumnya, mungkin saya tak harus mempersiapkan segala hal dengan repot jika
ingin mengulang kembali perjalanan ke tempat tersebut.Cukup dengan membuka
tulisan yang telah saya buat sebelumnya, dan voila! Saya akan menemukan apa
saja yang harus saya lakukan, apa yang harus saya persiapkan, dan kesalahan apa
yang bisa saya hilangkan. Tidak seperti sekarang. Saat saya ingin melakukan
perjalanan ke tempat yang padahal sudah pernah saya kunjungi, saya harus
berupaya lebih untuk membaca rujukan berupa catatan perjalanan orang lain, yang
belum tentu sesuai dengan kondisi yang akan saya hadapi. Andai saat itu saya
lebih rajin untuk membuat tulisan tentang perjalanan saya. Andai.
Tapi ya,
late is always better than never, kan?
Bismillah, semoga mulai dari sekarang saya bisa melawan semua rasa mala situ. Catatan
perjalanan, pelajaran hidup, atau apapun itu, semoga bisa selalu menghasilkan
suatu tulisan. Karena tulisan adalah salah satu yang membuat seseorang hidup
abadi, kekal, tak lekang oleh waktu. Selamat menulis, salam pena!
Selasa, 06 Mei 2014
Kutipan #10 Tentang Hati
"Bukan mudah untuk menjaga dan memuaskan hati semua orang... tapi berusahalah agar tidak menyakiti hati mereka, walau hati mu disakiti oleh mereka... La Tahzan, Innallah Ma'ana" -anonymous
Selasa, 01 April 2014
Kutipan #9 People Were Created To be Loved
Minggu, 30 Maret 2014
Ada Apa dengan Demokrasi?
![]() |
| (gambar disadur dari sini) |
ada yang aneh, menurut ku, dengan sistem pemerintahan di indonesia ini. ya, negara ini menggunakan sistem pemerintahan demokrasi pancasila. ditulisan ini aku akan menyingkirkan dahulu kata kedua dari frasa tadi. aku tidak akan mempedulikan masalah pancasila di tulisan ini. toh, pacasila sendiri akan membingungkan jika dibahas, bukan? pancasila, yang katanya dasar negara indonesia, tapi tidak ada satu pun rakyat idi negeri ini, di indonesia yang dasar negaranya pancasila, tidak ada satu pun orang yang bisa dianggap sebagai orang yang paling pancasilais. kenapa? ah, tak usahlah aku jawab. coba saja kau cari, adakah orang yang benar-benar berpegan teguh pada sebuah ideologi yang seetengah sosialis dan setengah liberalis itu? jawablah sendiri.
![]() |
| (gambar disadur dari sini) |
yang jadi sorotanku kali ini adalah tentang demokrasi. khususnya, di negeri ini. demokrasi di indonesia. seperti beberapa tulisan-tulisan sebelumnya, tulisan ini memang masih terispirasi dari pesta terbesar yang akan terjadi di tahun ini. ya, pesta demokrasi. di tahun 2014 ini akan diadakan suatu pesta akbar, yang diselenggarakan diseluruh penjuru negeri, yang katanya adalah sebagai bukti adanya demokrasi di indonesia. karena itulah disebut pesta demokrasi. pemilihan umum, atau lebih dikenal dengan sebutan pemilu. inilah sebuah pesta, sebuah perwujudan dari adanya demokrasi di negeri ini.
namun, di tahun pertama aku akan ikut 'berpesta' di pesta akbar bangsa ini, aku merasakan sedikit kejanggalan dari yang namanya demokrasi itu, yang membuat ku sedikit bertanya-tanya bingun di dalam benak ku. aku tak mempertanyakan masalah pesta demokrasinya. tidak, aku tidak terlalu paham dengan pestanya. yang menjadi pertanyaan ku, adalah apakah demokrasi itu adalah suatu sistem yang terbaik. yang menjadi pertanyaan besar ku yang pertama adalah, pada sistem demokrasi, semua orang akan memiliki hak yang sama. termasuk di dalam pemilihan salah satu dari 'trias politca'-nya demokrasi yang dipopulerkan oleh montesqueu, yang sebentar lagi akan berlangsung di negeri ini. pemilihan legislatif.
dalam sistem demokrasi, semua orang memiliki hak memilih, tanpa terkecuali. siapa pun dia. ini menunjukkan, bahwa pendapat dan suara orang yang memang memiliki pengetahuan lebih tentang siapa yang akan dipilihnya, akan sama saja dengan suara orang yang memilih hanya karena dia melihat orang yang akan dipilihnya itu membagi-bagikan hal baik di saat akan diadakannya pemilihan. suara orang yang selalu serakah akan harta akan sama dengan suara orang yang selalu ingin berderma harta. suara orang yang bahagia ketika ia mendapat harta akan sama dengan suara orang yang bahagia ketika semua orang memiliki harta yang relatif sama. dan memang, dalam demokrasi sudah jelas dikatakan bahwa suara mayoritaslah yang akan menang. namun, bukankah suara mayoritas tidak selalu benar, bahkan mungkin lebih sering salah karena lebih mementingkan golongan mayoritasnya? dan inilah yang terjadi. inilah mengapa selama ini orang-orang yang disebut sebagai wakil rakyat itu tidak pernah bisa mewakili rakyat yang memilihnya. karena sistem demokrasi, hanya menempatkan yang terbanyak lah yang akan menang. tanpa pandang kualitas, hanya kuantitas.
![]() |
| (gambar disadur dari sini) |
pertanyaan ke dua ku, adalah apakah sebenarnya, sistem demokrasi itu sudah benar, namun penerapannya di negeri ini yang menjadi tidak benar. apakah bangsa ini salah dalam mengartikan makna demokrasi itu. lihatlah, di negara paman sam sana. negera itu adalah negara katanya pengertian demokrasi itu bisa tergambarkan dengan jelas berkat salah seorang mantan presidennya, abraham lincoln. negeara yang katanya paling demokratis di dunia. tapi kenyataan di sana? pada saat pesta demokrasi, bukankah selalu hanya ada dua partai besar, demokrat dan republik? apakah ini menunjukkan di negeri itu kebebasan rakyat dibatasi, hingga mereka tidak bisa membuat lagi partai politik yang lain? atau malah, negera kita yang tengah dibodohi? negara kita 'dikompori', dihasut dengan label kebebasan demokrasi, hingga membuat kita terpecah menjadi puluhan lebih partai politik? bukankah dengan semakin banyaknya partai yang terbentuk, makin gampang pula memecah belah bangsa ini?
lihatlah, ketika banyak partai yang berkuasa di parlemen, betapa sulitnya menentukan hal yang terbaik untuk rakyat. kenapa? bisa dibilang terkadang itu hanya karena ego pribadi partai. partai yang satu tak mau menyetjui partai yang lain, bukan karena pendapat partai itu buruk. bukan. tapi lebih karena agar mereka dilihat baik oleh masyarakat, karena seakan-akan berpihak pada masyarakat, padahal jika dilihat secara lebih luas, justru akan lebih menyengsarakan rakyat nantinya.
bukankah akan lebih baik, bila orang-orang hebat yang terpencar-pencar di berbagai partai yang ada, bisa menyatu di bawah satu visi yang hebat, untuk memajukan bangsa dan negara ini? tampaknya demokrasi di negara ini telah disalahartikan dengan hanya menganggap bahwa kebebasan hak rakyat hanya saat akan pemilihan ini. namun, pada saat telah terpilih, hak rakyat sangat dibatasi. mereka yang ingin memberi suara di suatu sidang perlemen, diusir secara paksa dan tidak terhormat, hanya karena menyuarakan sesuatu yang bertentangan dengan pemerintah. kenapa demokrasi di negeri ini hanya pada saat pemilu? apakah demokrasi bukanlah sistem yang tepat untuk ditetapkan di negeri ini?
![]() |
| (gambar disadur dari sini) |
![]() |
| (gambar disadur dari sini) |
Rabu, 26 Maret 2014
Sepenggal Kisah Si Korban Pendidikan
mentari mulai meninggi di langit barat. pancaran cahayanya perlahan menembus masuk melalui celah gorden yang tak sepenuhnya menutupi jendela mulai mengusik tidur nyenyak seorang remaja. menyilaukan, seakan memaksa itu untuk segera membuka matanya. 'ah, malasnya pergi ke tempat yang aku bahkan tidak pernah sukai itu,' benaknya. buatnya, meningginya mentari memang menandakan bahwa ia harus segera berangkat menuju tempat yang hampir tiap hari terpaksa ia datangi. tempat yang bernama sekolah. ya, sekolah. tempat yang tidak pernah disukainya itu adalah sekolah.namun, apalah dayanya, demi orang yang dicintainya, bapak dan ibunya, rutinitas yang sama sekali tak dinikmatinya itupun tetap ia jalani. baginya, kini ia tengah memasuki fase ke dua dari tiga fase dalam hidupnya. di mana ke tiga fase itu adalah
dengan mengumpulkan sisa semangat, ia pun bergerak, bersiap lalu kemudian berangkat menuju tempat yang bahkan untuk membayangkannya saja sudah membuat matanya mengantuk, badannya serasa dihimpit beban berat, dan pikirannya serasa ada yang memyenggol-nyenggolnya. cih! muaknya dia membayangkan separuh harinya yang harus ia habiskan di tempat itu. tapi, sekali lagi demi orang tuanya, ia tetap mengayunkan kakinya melangkah menuju sekolah. di sekolah? ah, tak usah ditanya! pasti hanya suntuk yang ada dalam hatinya. namun ia bukanlah remaja yang payah. ia tetap memperlihatkan keceriaannya di sekolah, tanpa sedikitpun terbersit rasa tak sukanya pada tempat itu. karena satu hal yang selalu dipegangnya ini
jadilah ia selalu ceria dan tersenyum di sekolah. lalu, apa yang sebenarnya membuat ia begitu tak suka pada tempat itu? apakah karena ia seorang yang malas, tak suka belajar? tidak, bukan itu ternyata alasannya. sama seklai bukan itu alasannya.ia tak pernah menyukai sekolah bukan karena ia tak ingin belajar. bukan, bukan itu. sekali lagi sama sekali bukan itu. lalu apa? ternyata ia adalah salah satu korban lemahnya sistem pendidikan di negearanya.di mana sistem pendidikan di negaranya mengharuskan semua anak menempuh pendidikan yang monoton. selama sembilan tahun, semua anak di negara itu dipaksa memahami apa yang belum tentu mereka suka. bahkan bisa jadi yang mereka sulit untuk mengerti. semua anak dipaksa untuk mengerti. bukan diajarkan untuk mengerti. dan itu lah yang terjadi pada remaja ini. ia adalah seorang anak dengan kemampuan sedikit di bawah rata-rata dalam hal memahami. bukan ia bodoh, tapi ia memiliki kemampuan dibidang lain yang tak pernah di kembangkan atau diajarkan di tempat yang bernama sekolah itu. namun, di sekolahnya tak jarang ia dimarahi dan malah diberi beban lebih untuk memahami apa yang memang sulit ia pahami. padahal tak setiap orang memang akan memiliki kemampuan yang sama dalam suatu hal. jika teman-temannya memiliki kemampuan lebih dalam memahami pelajaran di sekolah, tak berarti remaja tadi tidak pintar, bukan? pun seorang einstein pernah berujar
itulah yang selalu membuatnya tak pernah suka dengan tempat itu. ia merasa bodoh dibanding temannya yang lain. padahal sebenarnya tidak. ia cerdas. bukankah harusnya kecerdasan tak hanya diukur melalui kemampuan memahami pelajaran di sekolah? namun itulah yang terjadi saat ini, yang terjadi padanya. seorang hanya akan diakui kecerdasannya, hanya akan disebut pintar, hanya akan dipanggil jenius, jika dan hanya jika ia mampu dengan baik dan cepat memahami pelajaran yang diberikan di sekolah. bah! tolak ukur macam apa itu, yang bahkan membuat remaja lain sepertinya tak suka pada sekolah. bukankah sekolah harusnya menjadi tempat yang menyenangkan? bukankah sekolah harusnya tidak hanya menjadi tempat kita mendengar ceramah ilmu yang diberikan para pendidik? bukankah ini yang harusnya para siswa lakukan?
ya, itulah hal yang membuat si remaja ini sangat tidak menyukai yang namanya sekolah. itulah alasannya mengapa ia sangat malas, bahkan untuk sekadar membayangkan bahwa esok hari ia harus kembali ke sekolah. apalagi untuk benar-benar berangkat ke sekolah, ah, betapa malasnya ia! namun, ada satu hal yang menarik dari remaja ini, ia memiliki cita-cita yang sangat tinggi. meski ia merasa tak secerdas teman-teman sekolahnya yang lain, atau bahkan tak jarang ia menganggap dirinya bodoh apalagi setelah menghadapi ujian dan hampir selalu mendapat nilai yang buruk, ia tetap memiliki cita-cita yang luar biasa. bukan cita-cita biasa. tapi cita-cita yang bertujuan untuk belajar! ya, sekali lagi, ia memang bukan tak mau belajar. hanya cara belajar di sekolah saja yang tak ia sukai. itulah yang membuatnya ingin belajar dengan cara yang lain, dan menjadikan cara itu sebagai cita-citanya. ia bercita-cita untuk melakukan perjalanan, berkeliling dunia, agar ia bisa bertemu dengan orang-orang dari seluruh negara di dunia ini. ia meyakini satu hal, bahwa tiap orang pasti memiliki suatu pengetahuan yang tak ia miliki. ia percaya
remaja itu tak pernah pesimis. tak pernah sekali pun patah semangat. ia yakin, bahwa suatu hari nanti, ia pasti akan meraih cita-citanya untuk belajar dari orang-orang di seluruh dunia! sekali pun tak pernah terbersit rasa putus asa pada dirinya. meski kini, di masa pendidikan, di masa sekolah yang tengah ia jalani, ia adalah si korban pendidikan itu. ia lah korban pendidikan yang hampir selalu dianggap gagal dalam pendidikannya, hanya karena ia tak berhasil dalam ujian-ujian sekolahnya. meski ia selalu nyaris tidak lulus di setiap ujian yang dipaksakan oleh negaranya, ujian yang bernama ujian nasional. ujian yang memaksa remaja-remaja sepertinya menyamaratakan kemampuan mereka di satu bidang, yang belum tentu di bidang itulah kemampuan mereka. ujian paksaan. namun, sekali lagi ia tak pernah putus asa pada hasil-hasil ujiannya itu. karena yang ia yakini adalah
yang kini ia yakini adalah bahwa dirinya tidak bisa hanya dinilai dari selembar kertas ujian itu. hasil ujian bukanlah hal yang menentukan masa depannya. tapi, bagaimana ia mau terus belajar dengan caranya, hingga ia meraih mimpi yang diinginkannya, untuk tetap terus belajar. selamat meraih mimpi, hai korban pendidikan!
terima kasih pada sumber gambar:
-link
-twitter; @maswaditya
-twitter; @LifeProAdvices
dengan mengumpulkan sisa semangat, ia pun bergerak, bersiap lalu kemudian berangkat menuju tempat yang bahkan untuk membayangkannya saja sudah membuat matanya mengantuk, badannya serasa dihimpit beban berat, dan pikirannya serasa ada yang memyenggol-nyenggolnya. cih! muaknya dia membayangkan separuh harinya yang harus ia habiskan di tempat itu. tapi, sekali lagi demi orang tuanya, ia tetap mengayunkan kakinya melangkah menuju sekolah. di sekolah? ah, tak usah ditanya! pasti hanya suntuk yang ada dalam hatinya. namun ia bukanlah remaja yang payah. ia tetap memperlihatkan keceriaannya di sekolah, tanpa sedikitpun terbersit rasa tak sukanya pada tempat itu. karena satu hal yang selalu dipegangnya ini
jadilah ia selalu ceria dan tersenyum di sekolah. lalu, apa yang sebenarnya membuat ia begitu tak suka pada tempat itu? apakah karena ia seorang yang malas, tak suka belajar? tidak, bukan itu ternyata alasannya. sama seklai bukan itu alasannya.ia tak pernah menyukai sekolah bukan karena ia tak ingin belajar. bukan, bukan itu. sekali lagi sama sekali bukan itu. lalu apa? ternyata ia adalah salah satu korban lemahnya sistem pendidikan di negearanya.di mana sistem pendidikan di negaranya mengharuskan semua anak menempuh pendidikan yang monoton. selama sembilan tahun, semua anak di negara itu dipaksa memahami apa yang belum tentu mereka suka. bahkan bisa jadi yang mereka sulit untuk mengerti. semua anak dipaksa untuk mengerti. bukan diajarkan untuk mengerti. dan itu lah yang terjadi pada remaja ini. ia adalah seorang anak dengan kemampuan sedikit di bawah rata-rata dalam hal memahami. bukan ia bodoh, tapi ia memiliki kemampuan dibidang lain yang tak pernah di kembangkan atau diajarkan di tempat yang bernama sekolah itu. namun, di sekolahnya tak jarang ia dimarahi dan malah diberi beban lebih untuk memahami apa yang memang sulit ia pahami. padahal tak setiap orang memang akan memiliki kemampuan yang sama dalam suatu hal. jika teman-temannya memiliki kemampuan lebih dalam memahami pelajaran di sekolah, tak berarti remaja tadi tidak pintar, bukan? pun seorang einstein pernah berujar
itulah yang selalu membuatnya tak pernah suka dengan tempat itu. ia merasa bodoh dibanding temannya yang lain. padahal sebenarnya tidak. ia cerdas. bukankah harusnya kecerdasan tak hanya diukur melalui kemampuan memahami pelajaran di sekolah? namun itulah yang terjadi saat ini, yang terjadi padanya. seorang hanya akan diakui kecerdasannya, hanya akan disebut pintar, hanya akan dipanggil jenius, jika dan hanya jika ia mampu dengan baik dan cepat memahami pelajaran yang diberikan di sekolah. bah! tolak ukur macam apa itu, yang bahkan membuat remaja lain sepertinya tak suka pada sekolah. bukankah sekolah harusnya menjadi tempat yang menyenangkan? bukankah sekolah harusnya tidak hanya menjadi tempat kita mendengar ceramah ilmu yang diberikan para pendidik? bukankah ini yang harusnya para siswa lakukan?
ya, itulah hal yang membuat si remaja ini sangat tidak menyukai yang namanya sekolah. itulah alasannya mengapa ia sangat malas, bahkan untuk sekadar membayangkan bahwa esok hari ia harus kembali ke sekolah. apalagi untuk benar-benar berangkat ke sekolah, ah, betapa malasnya ia! namun, ada satu hal yang menarik dari remaja ini, ia memiliki cita-cita yang sangat tinggi. meski ia merasa tak secerdas teman-teman sekolahnya yang lain, atau bahkan tak jarang ia menganggap dirinya bodoh apalagi setelah menghadapi ujian dan hampir selalu mendapat nilai yang buruk, ia tetap memiliki cita-cita yang luar biasa. bukan cita-cita biasa. tapi cita-cita yang bertujuan untuk belajar! ya, sekali lagi, ia memang bukan tak mau belajar. hanya cara belajar di sekolah saja yang tak ia sukai. itulah yang membuatnya ingin belajar dengan cara yang lain, dan menjadikan cara itu sebagai cita-citanya. ia bercita-cita untuk melakukan perjalanan, berkeliling dunia, agar ia bisa bertemu dengan orang-orang dari seluruh negara di dunia ini. ia meyakini satu hal, bahwa tiap orang pasti memiliki suatu pengetahuan yang tak ia miliki. ia percaya
remaja itu tak pernah pesimis. tak pernah sekali pun patah semangat. ia yakin, bahwa suatu hari nanti, ia pasti akan meraih cita-citanya untuk belajar dari orang-orang di seluruh dunia! sekali pun tak pernah terbersit rasa putus asa pada dirinya. meski kini, di masa pendidikan, di masa sekolah yang tengah ia jalani, ia adalah si korban pendidikan itu. ia lah korban pendidikan yang hampir selalu dianggap gagal dalam pendidikannya, hanya karena ia tak berhasil dalam ujian-ujian sekolahnya. meski ia selalu nyaris tidak lulus di setiap ujian yang dipaksakan oleh negaranya, ujian yang bernama ujian nasional. ujian yang memaksa remaja-remaja sepertinya menyamaratakan kemampuan mereka di satu bidang, yang belum tentu di bidang itulah kemampuan mereka. ujian paksaan. namun, sekali lagi ia tak pernah putus asa pada hasil-hasil ujiannya itu. karena yang ia yakini adalah
yang kini ia yakini adalah bahwa dirinya tidak bisa hanya dinilai dari selembar kertas ujian itu. hasil ujian bukanlah hal yang menentukan masa depannya. tapi, bagaimana ia mau terus belajar dengan caranya, hingga ia meraih mimpi yang diinginkannya, untuk tetap terus belajar. selamat meraih mimpi, hai korban pendidikan!
terima kasih pada sumber gambar:
-link
-twitter; @maswaditya
-twitter; @LifeProAdvices
Senin, 17 Maret 2014
Indonesia, Oh Indonesia...
habis belajar suatu mata kuliah, yang isinya 40 persen motivasi dan cerita menarik tentang pengetahuan umum dari pak dosen. khusus ditulisan ini, ane mau ngutip sedikit perkataan pak dosen ini. tentang apalagi kalau bukan bangsa ini. ya, lagi-lagi tulisan ane masih berkutat di seputar indonesia. eits, bukan acara berita yang di tv itu tapi ya. tapi sebelumnya ane mau minta maaf, karena tulisan ini cuma anekdot, lelucon belaka. kenyataannya? entahlah, siapa yang tahu kan? langsung aja lah ke inti. begini cerinya (gaya host kismis; anak 90an harusnya tahu kismis itu apa).
suatu hari, malaikat diperintahkan oleh tuhan untuk menurunkan hujan di satu negara, indonesia. kata tuhan,'hei malaikat! turunkanlah hujan di indonesia, dan sertakanla benih kesuburan di dalam tiap butiran hujan yang turun di tanahnya, agar tanahnya menjadi sangat gampang ditumbuhi berbagai tanaman.'
lalu malaikat sedikit memprotes,' ya tuhan, mengapa kau berikan lagi kesuburan melalui hujan pada indonesia, padahal pada dasarnya tanpa itupun tanahnya sudah sangatlah subur? bahkan kau juga memberi sumber daya alam yang melimpah pada indonesia, emas, perak, tembaga, batu bara, intan, hampir semua sumber daya alam kau sebarkan di seluruh penjuru indonesia. mengapa kau tidak memberi kekurangan pada indonesia, tuhan? apakah indonesia begitu spesial?'
tapi kemudia, tuhan menjawab,'aku sudah berikan kekurangan pada indonesia, kau saja yang tidak memperhatikan,'
'apa kekurangan indonesia, ya tuhan?' tanya malaikat.
kata tuhan,'lihatlah orang yang berkuasa di sana, maka kau akan tahu.'
sekali lagi, ini cuma anekdot. tidak bermaksud apa-apa sama sekali.
Langganan:
Postingan (Atom)












