Rabu, 31 Agustus 2016

Andai Hidayah Bisa Ku Beli

"Andai hidayah itu seperti buah yang bisa ku beli, maka akan ku beli berkeranjang-keranjang agar bisa aku bagikan kepada orang-orang yang aku cintai"
-Imam Syafi'i
 
Untukmu, orang-orang yang ku sayangi. Andai dapat ku beli, maka tidak ada yang lebih ingin aku beli kemudian ku berikan kepada kalian selain dari hidayah Allah. Seandainya bisa, ingin ku berikan  kepada kalian nikmat terbesar yang diberikan Allah kepada makhluknya selama hidup di dunia. Seandainya bisa, ingin ku belikan untuk kalian kenikmatan yang tiada duanya di dunia ini. Seandainya bisa, ingin ku bagikan kepada kalian hidayah yang yang Allah berikan untuk hamba-Nya yang Ia cintai.

Untukmu, orang-orang yang ku sayangi. Aku tidak punya daya untuk itu. Maafkan aku, itu bukan kuasaku. Itu murni urusan Allah Jalla Jalaluhu. Aku tidak bisa membeli hidayah untuk ku bagikan sendiri. Bahkan, aku tidak bisa menjamin apakah diriku akan selalu mendapat hidayah dari Allah. Maka kita hanya bisa berusaha mencari hidayah yang murni hanya dari Allah. Tidak ada yang bisa memberikan hidayah selain Allah, bahkan tidak pula seorang rasul pun bisa melakukannya. Lalu apa dayaku, yang hanya manusia yang penuh dengan dosa, yang aku bahkan tidak tahu apakah amalanku ada yang diterima, apakah ada dosaku yang diampuni.

Untukmu, orang-orang yang sangat ku cintai. Maafkan aku. Aku tidak bisa membagikan hidayah pada kalian, walaupun aku sangat ingin. Ketahuilah, aku benar-benar ingin membagikan hidayah kepada kalian. Akan ku berikan nikmatnya hidayah untuk kalian. Agar kita bersama bisa merasakan kenikmatan yang paling nikmat yang diberikan Allah kepada makhluknya di dunia. Andai ku bisa, ingin ku bagikan hidayah kepada kalian. Agar aku bisa selalu bersama kalian. Agar Allah menyatukan kita dalam kehidupan dunia, hingga mempersatukan kita di kehidupan akhirat kelak, di dalam surga-Nya nantinya.

Andai hidayah bisa ku beli, maka akan ku beli berpapun harganya. Akan ku berikan satu untukmu, orang yang sangat ku sayangi, sebagai hadiah terbaik dariku yang bisa ku persembahkan untukmu. Agar aku bisa selalu bersamamu, sampai di surga nanti.

Jumat, 26 Agustus 2016

Untukmu, yang Merasa Sendiri

Untukmu, yang merasa sendiri

Ketahuilah teman, kita tidak pernah benar-benar sendiri. Selama kita hidup di dunia ini, kesendirian itu tidak pernah sekali pun ada dalam cerita kehidupan kita. Sedetik pun tidak pernah kita benar-benar sendiri. Percayalah, akan  ada yang selalu bersama dan menyertai kita.

Untukmu, yang merasa sendiri
Lihatlah lebih jauh dengan mata hatimu, terawanglah lebih dekat dengan kacamata batinmu. Lalu tanyakan pada dirimu, "benarkah saya saat ini sendiri?". Dan kamu akan menemukan jawabannya, jawaban berupa bisikan di dalam hati. Ketahuilah, bisikan hati berasal dari dua makhluk yang akan selalu menyertai kita. Jika bisikan itu mengajak kita untuk berbuat kebaikan, maka bisikan itu adalah suara dari malaikat hafazhah. Malaikat yang selalu ada bersama kita untuk mengajak kita, membisikkan kepada kita untuk selalu melakukan kebaikan. Namun jika bisikan itu mengajak kita untuk berbuat keburukan atau kejahatan, maka bisikan itu adalah suara setan dari golongan jin qorin. Jin yang selalu akan membisikkan dan mengajak kita untuk melakukan keburukan dan meninggalkan kebaikan. Maka dari mana datangnya perkataan dan perasaan bahwa kita sendiri?

Untukmu, yang merasa sendiri
Ingatlah bahwa selain malaikat hafazhan dan jin qorin, ada dua malaikat lain yang juga selalu menyertai kita kapan pun dan di mana pun kita berada. Mereka selalu meyertai kita untuk mencatat seluruh perbuatan yang kita lakukan, tanpa terkecuali, tanpa terlewatkan walau satu perbuatan yang sangat kecil. Mereka adalah malaikat raqib dan atid. Lalu bagaimana bisa kita merasa takut saat sendiri? Tiga malaikat bersama kita, yang mana mereka adalah makhluk yang sangat luar biasa kuat. Maka tidaklah pantas kita merasa takut terhadap makhluk mana pun di saat kita sendiri, karena sejatinya kita tidak benar-benar sendiri.

Untukmu, yang merasa sendiri
Jika dirimu merasakan sepi saat sendiri, lihatlah baik-baik dengan hatimu. Kita tidak pernah benar-benar sendiri. Ada Dia yang pasti selalu siap menemani kita, mengawasi kita, menjaga kita, mendengarkan kita. Maka jika merasa sendiri, ungkapkanlah keluhanmu pada-Nya, tumpahkanlah air matamu di hadapan-Nya, berkeluhkesahlah sambil bersujud untuk-Nya. Kita tidak pernah benar-benar sendiri, ada Allah yang selalu siap menemani dan bersama kita. Dan cukuplah Dia sebagai satu-satunya penolong kita, pasti cukup. Maka dari mana datangnya kita masih merasa sendiri?

Untukmu, yang merasa sendiri
Bersabarlah. Suatu saat, kelak kita akan bertemu dengan-Nya, dzat yang selalu bersedia dan tanpa lelah menemani kita bagaimapun kondisi kita. Maka janganlah bersedih, jika dirimu merasa sendiri.

Senin, 22 Agustus 2016

Adam, Kisah Munculnya Manusia di Bumi - Before Story

Belakangan ini, kembali marak beredar isu bahwa bentuk bumi itu datar, bukan berbentuk bola pejal seperti yang lebih populer dikumandangkan oleh ilmu pengetahuan modern. Kali ini saya belum ingin membahas tentang isu bumi ini. Namun yang pasti bumi itu adalah ciptaan Sang Maha Pencipta, Rabb Izzati wal Jalalah. Dan yang lebih pasti, adalah  bahwa kita, manusia, tinggal di permukaan bumi ini. Sejak kapankah manusia tingal di permukaan bumi ini? Mengapa manusia dijadikan untuk tinggal di bumi ini? Apa yang harus dilakukan manusia selama hidup di bumi ini? Mari kita lihat jawabannya melalui kisah seorang manusia mulia, yang dirinya merupakan satu-satunya manusia yang diciptakan secara langsung oleh Sang Maha Pencipta dengan tangan-Nya.

Ya, dialah Adam alaihis salam. Adam, manusia pertama yang ada dan juga manusia pertama yang hidup di permukaan bumi ini. Bagaimana ceritanya Adam tinggal di bumi? Apakah Adam diciptakan di bumi? Beginilah kisahnya.

Sebelum Adam diciptakan oleh Sang Maha Pencipta, oleh Allah, pada mulanya Allah telah menciptakan makhluk ciptaan-Nya untuk tinggal di muka bumi ini. Bukan manusia, namun hampir seperti manusia. Mereka mempunyai wujud, seperti halnya manusia mempunyai wujud. Mereka mempunyai nafsu, seperti halnya manusia mempunyai nafsu. Mereka mempunyai akal, seperti halnya manusia juga mempunyai akal. Mereka hampir sama dengan manusia, hanya saja Allah menciptakan mereka dari api namun manusia tidak. Mereka adalah bangsa jin. Pada mulanya, merekalah yang terpilih untuk tinggal dan menempati permukaan bumi. Mereka bebas memanfaatkan apa yang ada di bumi, seperti halnya kebebasan yang dimiliki manusia saat ini. Akan tetapi, sebagian dari mereka kemudian berbuat kerusakan di bumi. Mereka tidak lagi tunduk patuh kepada Allah, malah berbuat kerusakan pada bumi Allah. Karenanya, Allah mengutus para malaikat-Nya untuk memberi pelajaran kepada mereka yang tidak lagi tunduk kepada Allah. Maka malaikat pun dengan patuh tunduk langsung menjalankan perintah yang dititahkan kepada mereka tersebut.

Ketika menjalankan perintah, para malaikat ini kemudian menangkap pemimpin bangsa jin pada saat itu, dan membawanya bersama mereka untuk menghadap Allah. Dialah yang bernama iblis. Setelah dibawa oleh para malaikat, Allah membiarkan iblis untuk tinggal bersama para malaikat. Dan karena tinggal di alam yang dipenuhi oleh malaikat, ternyata iblis menjadi terikut oleh kebiasaan para malaikat yang selalu patuh dan tunduk, selalu beribadah kepada Allah. Iblis pun menjadi jin yang paling taat pada saat itu. Bahkan diriwayatkan tidak ada satu jengkal pun tempat yang tersisa di langit, kecuali iblis pernah sujud di tempat tersebut. Bayangkan betapa taatnya iblis waktu itu mas, mba. Kita aja sujud di satu rumah belum pernah di semua sudut saking jarangnya kita sujud untuk Allah. Apalagi tempatnya seluas langit yang Allahu a'lam luasnya. Betapa seringnya iblis sujud pada waktu itu saking taatnya dia kepada Allah. Begitulah kira-kira gambaran ketaatan iblis, setelah tinggal bersama para malaikat.

Suatu ketika, Allah ternyata ingin menciptakan makhluk lain yang serupa dengan golongan iblis. Mempunyai akal, nafsu, dan wujud, hanya saja Allah menciptakannya dalam bentuk yang bentuk penciptaan yang paling baik. Allah ingin menciptakan manusia dan akan dijadikan pemimpin dari semua makhluk yang sebelumnya udah ada di muka bumi. Hal ini sempat membuat para malaikat bingung dan bertanya kepada Allah, benarkan Allah akan menciptakan kembali makhluk yang hampir sama dengan makhluk sebelumnya, yaitu jin? Bukankah nanti kejadiannya akan sama dengan kasus para jin, yang mana mereka akan membuat kerusakan di muka bumi? Maka Allah dengan tegas menjawab pada malaikat, "Sesungguhnya Aku lebih tau dari kalian, Aku tahu apa yang kalian tidak tahu wahai para malaikat". Jawaban yang sangat tegas dari Allah kepada para malaikat. Maka sontak malaikat pun patuh sambil mensucikan Allah dengan berkata, "Maha Suci Engkau Ya Allah, sungguh tidak akan ada ilmu kami sedikit pun, kecuali apa yang telah engkau ajarkan kepada kami." Tuh manusia, jangan pernah merasa pintar, merasa berilmu, merasa alim, merasa cerdas. Malaikat aja yang jauh lebih baik dan lebih hebat dari kita ngakuin kalau mereka gak punya ilmu sedikit pun, kecuali Allah yang ngasih ilmu itu ke mereka. Gimana ceritanya sekarang manusia tidak mau melakukan perintah Allah cuma karena katanya gak masuk akal, cuma karena gak logis, cuma karena ilmunya gak sampai? Manusia memang bodoh ternyata, kecuali mereka yang dikaruniai ilmu oleh Allah. Semoga kita termasuk orang yang dikaruniai ilmu oleh Allah. Dan sebaik-baik ilmu pasti adalah ilmu agama.

Lanjut, ternyata kabar penciptaan manusia ini sampai di telinga iblis. Iblis dengan kabar bahwa manusia ini malah nanti bakal jadi pemimpin semua golongan makhluk di bumi, tanpa terkecuali. Berarti dia juga termasuk, fikir iblis. Ternyata iblis gak terima dengan hal itu, karena iblis mikir dia udah cukup. Dia udah jadi yang terbaik, tertaat, terpatuh sama Allah di antara makhluk manapun di muka bumi. Iblus mikir dialah yang seharusnya jadi pemimpin di bumi. Iblis gak bisa terima Adam, manusia diciptakan. 

Saat menciptakan manusia, Allah memerintahkan malaikat untuk mengambil seluruh jenis tanah yang ada di muka bumi. Dan ketika malaikat telah mengambil seluruh jenis tanah yang ada di permukaan bumi, tanpa terkecuali, Allah memilih jenis tanah terbaik untuk dijadikan bahan dasar penciptaan manusia. Allah menciptakan dari tanah itu manusia langsung dengan menggunakan ke dua tangan-Nya. Maka jadilah manusia pertama itu, Adam.

Ketika Adam telah selesai diciptakan, Allah kemudian menyuruh malaikat, para penghuni langit, untuk sujud kepada adam. Dalam perintah itu, termasuklah iblis di dalamnya karena iblis saat itu adalah termasuk penduduk langit bersama malaikat. Maka ketika Allah menyuruh malaikat yang notabene penduduk langit, maka iblis secara tidak langsung juga terikut dalam perintah tersebut. Namun iblis karena merasa dirinya lebih pantas menjadi pemimpin di banding manusia, dibanding Adam, dia tidak mau sujud pada Adam. Dan secara tidak langsung dia menolak perintah Allah, hanya karena kesombongan yang dimilikinya. 

Maka kesombongan iblis ini, penolakan iblis ini, telah membuat Allah murka pada iblis. Allah kemudian menghukum iblis dengan memasukkan iblis ke dalam neraka jahannam saat hari pembalasan itu tiba. Lihatlah, padahal sebelumnya iblis jauh lebih sholeh dari kita, jauh lebih rajin ibadah dari kita, mungkin sekarang gak ada orang yang lebih rajin dari iblis dalam hal ibadah waktu itu. Tapi cuma karena sombongnya, iblis dimurkai oleh Allah, dan iblis tidak mau bertaubat dan menarik ucapannya. Semua hanya karena kesombongan. Betapa bahayanya kesombongan itu untuk siapapun. Maka jangan pernah sekalipun terbersit perasaan sombong dalam diri kita, wal iya zubillah.

Lalu apakah iblis diam saja dengan hal itu? Apakah iblis membiarkan adam dengan gampangnya tinggal di muka bumi? Bagaimana Adam bisa sampai hidup di dunia padahal dia diciptakan bukan di muka bumi? Tunggu kelanjuta kisah Adam, munculnya manusia di bumi yang berikutnya!