Kamis, 07 Mei 2015

Hujan Malam Ini

Halo, hujan. Malam ini sepertinya kau begitu bersemangat, turun tanpa henti sejak waktu isya masuk tadi. Bahkan kau turun dengan derasnya, membasahi semua yang ada di bawahmu. Kau jatuh tanpa mempedulikan dimana kau jatuh. Dan malam ini, aku menjadi salah satu tempatmu jatuh. Tidak, aku tidak akan memakimu karena telah jatuh dengan derasnya padaku dan membuat sekujur tubuhku basah. Aku senang kau jatuh padaku. Aku takkan menyalahkanmu jika nanti badanku terlalu lemah tidak bisa beradaptasi dengan hal ini. Itu salahku, bukan salahmu.

Aku justru ingin berterimakasih padamu. Kau selalu bisa mewakili perasaan orang-orang, entah itu bahagia, ataupun duka. Kau selalu bisa membuat sesuatu menjadi lebih bahagia bila peristiwa itu terjadi saat kau jatuh. Begitu pula sebaliknya. Suatu duka akan terlihat lebih menyedihkan bila terjadi saat kau jatuh. Terimakasih untuk semua itu. Tapi satu hal yang paling aku salutkan padamu. Dan aku sangat berterimakasih padamu karena pembelajaran yang kau berikan ini. Terimakasih, karena kau selalu mau kembali, meski telah terjatuh berkali-kali. Terimakasih untuk telah mengajarkanku tentang itu. Aku ingin menjadi sekuat dirimu.

Minggu, 26 April 2015

Dia

Mungkin dia tak pernah takut akan kegagalan.
Mungkin dia tak pernah bersedih saat kegagalan itu menghampirinya.
Mungkin dia terlihat kuat walaupun semua orang telah menganggapnya payah dan gagal.
Tapi lihatlah ia sekarang.
Ia tampak rapuh.
Ia tampak payah.
Ia tampak murung.
Ia jatuh dan terpuruk.
Karena yang paling menyakitkan untuknya adalah bahwa orang yang selama ini mendukung dan menguatkannya, kini telah menganggap bahwa ia memang salah
Bahwa ia telah gagal
Bahwa ia telah membuat kecewa orang yang tak pernah ia ingin kecewakan
Bahwa ketakutan itu kini menghampirinya
Ketakutan yang selama ini paling ia benci

Selasa, 21 April 2015

Cerita Kita

Aku ingin bercerita sedikit, tentang aku dan kamu - tentang kita. Bolehkan?
Ini adalah cerita singkat tentang permulaan kita. Tidak, kali ini bukan tentang bagaimana proses kita bertemu pertama kali; atau dalam hal ini mungkin lebih tepatnya aku memperhatikanmu pertama kali. Bukan itu yang ingin aku ceritakan padamu di sini, bukan tentang gadis kecil berbaju garis ungu. Bukan kok, sama sekali bukan tentang itu.

Aku hanya ingin sedikit bercerita bagaimana kau bisa menjadi begitu berarti untukku.
Bagaimana? Awalnya adalah saat aku mulai menemukan dan menyadari kebahagiaan itu selalu ada jika berada di dekatmu. Saat aku mulai dan selalu merasa kepayahan untuk menahan senyumku saat bertatapan denganmu. Saat aku merasa, seakan kau bisa membawa kebahagiaan yang tiada habisnya untukku. Aku merasa ada sesuatu padamu.

I can say that you are the right girl in the right time for me. Karena sejujurnya aku sudah mulai tak peduli dengan yang namanya cinta, sampai kau hadir dan memberiku sedikit cahaya harapan itu. Saat itu aku memutuskan untuk mencoba mengikuti cahayamu itu. Dan entah bagaimana, aku merasa bahwa aku menemukan cinta itu di palung hatimu. Sejak saat itu, aku sangat ingin tenggelam ke dalamnya, tapi aku tak bisa. Hatimu saat itu masih gelap untukku. Hanya sedikit cahaya yang kau beri untukku.

Itulah sedikit ceritaku tentang kita, yang telah berlalu. Maka kini, biarkan aku mengatakannya, izinkanlah aku untuk menyelami palung hatimu itu sampai ke bagiannya yang terdalam. Terangilah jalanku untuk menggapai cintamu, agar aku bisa melabuhkan separuh jiwaku hanya untukmu. Agar aku bisa selalu menjadi tempatu kembali dan bersandar. Agar aku dan kamu selalu jadi kita.