Sabtu, 26 Oktober 2013

Pilihlah yang Seiman

tulisan kali ini ditulis dari sebuah pertanyaan yang muncul dari seorang teman, yang kemudian memunculkan diskusi menarik. pertanyaannya sangat  menarik dan urgensi pembahasannya lumayan tinggi. pertanyaan ini berhubungan dengan 'pesta rakyat' yang akan dilaksanakan di tahun depan, 2014. 'pesta rakyat', ya, pemilihan umum. di sana terdapat dua pemilihan, yaitu pemilihan legislatif dan pemilihan indonesia 1, pemilihan pemimpin negara, pemilihan presiden. itulah dua agenda besar negara ini yang akan dilaksanakan di tahun depan, yang harusnya, sebagai warga negara kita harus cerdas untuk mengikuti 'pesta rakyat' itu.

tapi ditulisan ini, penulis bukan ingin memberi pencerdasan tentang pemilu itu sendiri, bukan, bukan itu. masalah pencerdasan pemilu mungkin nanti akan ada pelaksanaannya dari penyelenggara pemilu itu sendiri. namun yang ingin penulis angkat ditulisan kali ini adalah masalah menjatuhkan pilihan kita terhadap siapa yang akan kita pilih nantinta pada saat pemilu tersebut. dan lebih spesifik, disini penulis akan berbagi sedikit ilmu yang telah penulis dapat dari hasil diskusi tersebut, yang mana disini adalah menentukan pilihan dari sudut pandang islam. tapi disini penulis juga bukan ingin mempromosikan siapapun calon di pemilu nantinya, bukan itu. hanya ingin sedikit berbagi tentang ilmu yang telah disampaikan allah melalui firmannya, alquran.

ya, dari sudut pandang islam. buat para muslim yang ada di indonesia, mungkin ada hal yang harus dan sangat penting untuk diperhatikan dalam memilih nantinya. apa itu? penulis menemukan sebuah ayat menarik yang terdapat dalam alquran, surat almaidah ayat 57:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الَّذِينَ اتَّخَذُوا دِينَكُمْ هُزُوًا وَلَعِبًا مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَالْكُفَّارَ أَوْلِيَاءَ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil jadi pemimpinmu, orang-orang yang membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman

di ayat ini, allah melarang kita untuk menjadikan pemimpin kita, atau dalam bahasa sekarang, allah melarang kita memilih pemimpin yang mana dia adalah orang yang masih berpegang kepada kitab sebelum alquran, atau orang-orang kafir maupun musyrik. disinilah hal yang ingin penulis tekankan pada semua pembaca, bahwasanya sebaik-baik pemimpin yang kita pilih, adalah orang yang memiliki aqidah yang benar, aqidah islam. janganlah kita memilih orang yang berbeda aqidah dengan kita, sehebat apapun orang itu dalam memimpin. mengapa? karena ada satu hal, yang berkaitan dengan aqidah juga, yang juga dijelaskan allah di dalam alquran, bahwa orang-orang itu tidak akan senang sebelum kita meninggalkan agama kita. karena itulah, hal yang harus pertama kita perhatikan pada saat memilih pemimpin adalah masalah aqidah. jangan sampai salah memilih pemimpin membuat kira menyimpang dari iman yang telah kita pegang dan yakini.
pilihlah umat rasulullah salallahu alaihi wasallam
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَتَّخِذُوا الَّذِينَ اتَّخَذُوا دِينَكُمْ هُزُوًا وَلَعِبًا مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَالْكُفَّارَ أَوْلِيَاءَ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِي - See more at: http://www.tafsir.web.id/2013/02/tafsir-al-maidah-ayat-57-64.html#sthash.0Erd7E7m.dpuf
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَتَّخِذُوا الَّذِينَ اتَّخَذُوا دِينَكُمْ هُزُوًا وَلَعِبًا مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَالْكُفَّارَ أَوْلِيَاءَ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ - See more at: http://www.tafsir.web.id/2013/02/tafsir-al-maidah-ayat-57-64.html#sthash.0Erd7E7m.dpuf
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَتَّخِذُوا الَّذِينَ اتَّخَذُوا دِينَكُمْ هُزُوًا وَلَعِبًا مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَالْكُفَّارَ أَوْلِيَاءَ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ - See more at: http://www.tafsir.web.id/2013/02/tafsir-al-maidah-ayat-57-64.html#sthash.0Erd7E7m.dpuf
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَتَّخِذُوا الَّذِينَ اتَّخَذُوا دِينَكُمْ هُزُوًا وَلَعِبًا مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَالْكُفَّارَ أَوْلِيَاءَ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِي - See more at: http://www.tafsir.web.id/2013/02/tafsir-al-maidah-ayat-57-64.html#sthash.0Erd7E7m.dpuf

Selasa, 22 Oktober 2013

Inikah Pendidikan yang Terjamin?


 "ya kalo uang segitu, di jogja udah lebih dari cukup mas buat hidup sehari-hari'

kalimat ini terucap dari seorang pedagang di kota bandung, tempat penulis kini berdomisili. kalimat 'uang segitu' di ucapannya itu adalah tentang uang kuliah yang harus dibayar pada tahun ini. ya, masalah uang kuliah. masalah ini memang menjadi hal yang harus segera diatasi dan dicari solusinya. sedikit berbagi, pada saat penulis mengikuti sidang penerimaan mahasiswa baru, saat itu menteri pendidikan yang sedang menjabat berkata,'tahun depan masuk kuliah akan digratiskan'

tapi kenyataannya bagaimana? memang, di tahun setelah penulis di terima menjadi mahasiswa itu, di kampus penulis tidak ada lagi pembayaran uang pangkal. tapi ternyata, dibalik tidak adanya uang pangkal itu, mahasiswa diwajibkan membayar uang semester yang naik 100% dari tahun sebelumnya! memang benar apa yang dikatakan pak menteri pendidikan setahun yang lalu, kalau tahun ini masuk kuliah gratis. tapi yang gratis ternyata memang hanya sekadar untuk masuknya saja, tapi tidak untuk kuliahnya, kuliah tetap bayar! bahkan, jika dikalkulasikan, total biaya yang harus dibayarkan oleh mereka yang tidak ada uang masuk akan lebih besar, lebih mahal dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya. akibatnya, telah terjadi di kampus penulis, bagaimana 404 orang mahasiswa baru tahun ini, terancam cuti kuliah karena permintaan pengunranga uang kuliahnya yang selangit itu tidak diterima. bagaimana indonesia bisa maju jika tidak semua rakyatnya bisa mencicipi pendidikan yang sama? padahal di dalam Undang-Undang Dasar negara ini, di pasal 31, telah dijelaskan bahwa setiap warga negara indonesia, BERHAK menerima pendidikan, dan pemerintah WAJIB membiayainya. tapi apa kenyataannya?

bagaimana bisa semua warga negara berkuliah, jika biayanya masih selangit seperti itu. seperti yang dikatakan oleh pedagang tadi, ya kalau uang sebesar itu, di beberapa kota dan desa yang ada di negara ini, sudah bisa dijadikan biaya hidup. ya, secara kasar, pasti banyak yang berfikir, kalau udah ada dan bisa makai uang segitu, ngapain dipakai buat kuliah yang secara kasat mata tidak menarik untuk dijalani. lebih baik uang itu langsung di pakai untuk biaya hidup, tidak harus repot-repot mengurus perkuliahan. ya, itu pemikiran yang tidak sepenuhnya salah, bahkan mungkin benar. andai kuliah di negara ini digratiskan, atau paling tidak dijadikan seperti bayar SPP di SD, orang-orang akan lebih tertarik untuk paling tidak mencicipi terlebih dahulu bagaimana nikmatnya pembelajaran yang akan didapat dari dunia mahasiswa.

harusnya, pemerintahan sudah menganggarkan biaya yang besar untuk pendidikan di negeri ini, tidak hanya 20% dari APBN. padahal, dari 20% itu, sudah banyak terpakai untuk biaya-biaya di luar biaya pendidikan. pemerintah harus segera menaikkan APBN untuk pendidikan, agar negara yang kaya ini bisa segera melangkah menjadi negara maju. karena, saat ini, tengah memiliki keuntungan demografi. apa itu? keuntungak demografi it adalah saat ini di indonesia memiliki jumlah penduduk yang berusia muda, berusia di sekitar 14 sampai 23 tahun, berusia terbaik untuk mendapat pendidikan, yang sangat banyak, sangat berlimpah. karena itulah, kita harus bisa memanfaatkan keuntungan demografi ini, yang akan sangat mungkin menjadikan negara ini menjadi negara maju, jika keuntungan ini dimanfaatkan dan ditangani dengan benar. ya, inilah indonesia, memiliki banyak sekalai kekayaan. hanya tinggal bagaimana kita, tidak hanya pemerintah, bisa memanfaatkan segala kekayaan itu.

Senin, 21 Oktober 2013

Bagaimana Malaikat Tahu?

alquran, kalam allah yang padanya terdapat berbagai jenis pembelajaran. pembelajaran yang ada di alwuran ini bisa dikatakan PASTI benar, karena ilmu yang ada pada alquran itu merupakan langsung turun dari sang maha memiliki ilmu, sang maha agung, allah s.w.t. siapapun yang ingin menemukan suatu jawaban apapun, dari ilmu apapun, silakan dicari jawabannya pada mukjizat rasulullah s.a.w. ini, insyaallah pasti akan ditemukan petunjuk dari jawaban itu. karena memang, alquran merangkum segala jenis pembelajaran, tidak hanya tentang agama islam saja.

ditulisan kali ini, penuulis ingin berbagi sedikit hal pembelajaran yang tersirat di dalam alquran. jika dilihat pada surat albaqarah ayat 30, yang ayatnya seperti ini:

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً ۖ قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۖ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُون

 ayat ini memiliki arti "Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi". Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui""

ada hal menarik yang terdapat di ayat ini, yaitu ketika malaikat tahu bahwa nantinya, sifat alami manusia itu adalah berbuat kerusakan dan menumpahkan darah di muka bumi. dari mana malaikat tahu hal itu, padahal saat itu manusia hanya nabi adam, yang bahkan baru diciptakan?

setelah beberapa diskusi dengan beberapa teman, penulis menemukan beberapa jawaban. ada beberapa hal menarik yang terdapat pada jawabannya. yang pertama, bahwa allah telah memberitahukan, allah telah memberi perintah dan ilmu pada malaikat untuk bertanya hal itu pada allah. seperti yang dijelaskan dalam alquran juga, surat alzalzalah ayat 5, yang memiliki arti,"karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) kepadanya." dari ayat ini terlihat jelas, bahwa segala ilmu yang ada pada kita, pada alam ini, semua itu adalah ilmu milik allah. karena itulah, seperti yang disebutkan sebelumnya, jika memiliki pertanyaan apapun tentang alam ini, atau tentang apapun, sila dicari jawabannya di alquran, insyaallah pasti akan ditemukan jawabannya, kembalikanlah semuanya pada sang pemilik ilmu yang agung, allah azza wa jalla.

jawaban yang kedua dari ayat ini adalah, bahwa sebelum manusia memang telah ada makhluk yang menyerupai manusia, yang memang kerjaannya hanya berbuat kerusakan di muka bumi. ya, mugkin ini membenarkan teori tentang adanya makhluk berdiri dan bertulang punggung, yang ada sebelum manusia. makhluk-makhluk seperti homo sapiens dan bangsa-bangsa pitecantrophus serta yang lainnya, yang juga telah memiliki akal. inilah makhluk menyerupai manusia, yang selalu berbuat kerusakan di muka bumi, hingga malaikat mempertanyakan apakah manusia, yang secara kasar hampir sama dengan makhluk-makhluk tersebut, bisa menjadi khalifah yang adil di muka bumi.

lihatlah betapa agungnya alquran, bahkan ilmu prasejarah pun telah dijelaskan dalam alquran. hanya tinggal bagaimana kita bisa menemukan jawaban dari pertanyaan yang kita miliki dalam alquran, kita perlu mengkaji alquran lebih jauh dan lebih dalam untuk bisa memaknai setiap ayat dalam alquran. karena didalam setiap ayat alquran memang memiliki pembelajaran yang sangat luar biasa, yang bisa digunakan manusia untuk menjawab pertanyaan apapun. karena itu adalah kalam sang maha memiliki almu.