Tampilkan postingan dengan label Lainnya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lainnya. Tampilkan semua postingan

Rabu, 17 Agustus 2016

Apa Dayanya

Jikalau engkau mencari yang akan selalu mencintaimu sepenuhnya
Apalah dayanya yang pasti akan membagi cintanya untukmu dengan ke dua orang tuanya

Jikalau engkau mencari yang telah ada rumah mewahnya
Apalah dayanya yang ingin membangun istana bersamamu di sampingnya

Jikalau engkau mencari yang sering menyapamu dengan senyumnya
Apalah dayanya yang yang tiap hari menyapamu lewat doanya

Jikalau engkau mencari yang punya istana di salah satu belahan dunia
Apalah dayanya yang lebih memilih punya istana di surga

Jikalau engkau mencari yang akan sering mengajakmu keliling dunia
Apalah dayanya yang akan sering mengajakmu keliling ka'bah

Jikalau engkau mencari yang luas ilmu dunianya
Apalah dayanya yang luas ilmu agamnya

Jikalau engkau mencari yang memberimu banyak harta
Apalah dayanya yang akan memberimu banyak waktu dan perhatiannya

Jikalau engkau mencari yang mengikuti gaya artis ternama
Apalah dayanya yang selalu mengikuti gaya Rasulnya

Jikalau engkau mencari yang akan memberikanmu seluruh penghasilannya
Apalah dayanya yang pasti menyisihkan penghasilannya untuk diberikan pada orang tuanya

Jikalau engkau mencari yang membangunkanmu untuk memberikan hadiah kejutan
Apalah dayanya yang selalu membangunkanmu untuk shalat malam

Jikalau engkau mencari yang sudah mapan
Apalah dayanya yang masih dalam cobaan

Jikalau engkau mencari yang bisa bergaul dengan semua orang dan teman
Apalah dayanya yang selalu berusaha menjaga pandangan

Jikalau engkau mencari yang bisa memberimu apapun yang kau minta
Apalah dayanya yang ingin mengajakmu menginfakkannya

Jikalau engkau mencari yang menikahimu dengan alasan utama cinta
Apalah dayanya yang menikahimu dengan alasan utama ingin mengajakmu ke surga

Minggu, 31 Juli 2016

Tentang Dia dan Dirimu

Terlalu banyak fikiran yang mengganggunya tentangmu

Berjuta tanya tersimpan di hatinya selepas kepergianmu

Ingin hatinya menanyakan langsung padamu

Namun ia merasa bukan itu cara yang terbaik untukmu

Adakah di hatimu sedikit tersimpan namanya

Mungkinkah dirimu mau menerima kenyataan tentang dirinya

Bisakah orang tuamu mengizinkanmu untuk hidup bersamanya

Kuatkah hatimu menahan beratnya perjuangan dengan menjadi jantung hatinya



Ia bukan siapa-siapa

Bahkan di hatimu, ia sama sekali bukan apa-apa

Hanya fikirannya yang tak henti bertanya-tanya

Sampaikah padamu semua doa-doa

Kini  ia sadar, beribu pria mendambakan dirimu

Beratus lelaki dalam doanya menyebut namamu

Berpuluh kaum adam berusaha untuk halalkanmu

Sedangkan hanya dia satu yang tak kuasa melihat matamu



Adakah kesempatan hidup bersamamu untuknya

Malam ini ia temukan jawaban tidaknya

Mala mini ia paksakan ikhlasnya

Mala mini ia serahkan semua pada-Nya


"jangan tanyakan pertanyaan yang akan membuat kalian susah, jangan tanyakan pertanyaan yang kalian tidak ingin tahu jawabannya,"

Minggu, 26 Juni 2016

Kau yang Telah Tiada

Untukmu yang telah kembali kepada ketiadaan. Apa kabarmu di sana. Apakah penyakit yang selama ini menyiksamu masih setia menyakitimu di alam sana.  Ataukah ketiadaan itu telah meniadakan penyakitmu. Aku ingin tahu, bagaimana kondisimu di sana, teman. Adakah di sana kau baik-baik saja. Adakah disana penyakit itu tiada lagi menyiksamu. Katakan padaku. Jika penyakit laknat itu masih menyakitimu disana, mengapa kau harus pergi kepada ketiadaan. Toh kau sama-sama tersiksa. Maafkan aku yang tega berkata begini, tapi aku lebih bahagia jika kau tersiksa di dekatku dari pada kau tersiksa di dalam ketiadaanmu. Jawab aku, bagaimana keadaanmu?

Aku di sini tidak baik-baik saja, jika kau di sana cukup peduli bertanya tentangku. Tapi aku tahu pasti, kau pasti peduli akanku. Aku tidak baik-baik saja, teman, sejak kau pergi tinggalkanku untuk selamanya. Kau tahu dengan pasti, sebelum hadirmu aku selalu merasa hidup ini adalah makhluk jahat, yang selalu menyakiti orang-orang sepertiku. Tidak pernah adil. Lalu hidup mempertemukan aku denganmu, mempertemukan kita. Awalnya ku fikir bahwa akhirnya hidup ini berbaik hati padaku. Tapi nyatanya ia malah ingin menjatuhkanku lebih dalam. Setelah semua perjalanan kita, tiba-tiba ia merenggutmu paksa dariku. Ternyata kau hanyalah cara hidup untuk menbuatku lebih sakit.

Aku tidak menyalahkanmu, tidak sama sekali. Walaupun kau adalah kejahatan, kekejian, kekejaman terburuk yang hidup berikan padaku, bagiku kau tetaplah sahabatku. Kau tetap angin yang menyejukkan di dalam gua panas penderitaanku. Walaupun kini kau, angin itu telah hilang, bahkan untuk selamanya, aku tetap berterimakasih padamu telah pernah hadir untukku.

Tapi mengapa hidup memberikan angin, jika setelah itu ia berubah menjadi badai yang menporak-porandakanku. Aku tak mengerti, mungkin tak kan pernah mengerti tentang hidup ini. Hidup ini memang tidak ada adilnya. Orang bilang ia adil karena tidak adil pada semua orang? Omong kosong. Bagaimana mungkin mereka yang duduk tenang di kursi kebesarannya, si atas singgasananya, di dalam istana megahnya, di atas tumpukan emasnya, bagaimana mungkin hidup tidak adil pada mereka. Hidup hanya tak adil oada orang-orang sepertiku, seperti kita. Hidup hanya bisa menyiksa orang lemah seperti kita. Hidup tidak pernah adil. Ia bukan tuhan.

Jumat, 10 April 2015

Ada Apa, Kenapa, Mengapa

Mengapa kau pergi wahai waktu
Ku kira kau akan selalu menunggu
Menemani saat ku termangu
Tapi kau tetap meninggalkanku
Tinggalkanku sendiri ditelan bayang semu

Mengapa kau menghilang wahai bulan
Begitu saja lenyap bagai ada yang menelan
Tak bisakah kau temani diriku yang kian rentan
Jiwaku sudah tak sanggup melawan
Tanpamu aku kan dilahap kegelapan

Mengapa kau tak memanggilku lagi wahai gunung
Tak ibakah kau melihatku kini mematung
Kau biarkan mimpiku tentangmu terus saja menggantung
Dan tak bisa ku gapai seakan ku dipasung
Padahal dalam hati ku selalu meraung

Mengapa kau begitu dingin wahai malam
Terus saja membuat menggigil dalam masa suram
Dihempaskan lebih dalam ke dalam bayang kelam
Mengubur semua harapan lebih dalam
Bahkan api semangat itupun kau buat padam

Ada apa dengan kalian semua
Mengapa kalian menjadi begitu berbeda
Aku sudah sangat lelah dengan dunia
Hanya kalian yang bisa membuatku lega
Tapi mengapa kalian kini malah menambah luka

Ku kira waktu mau menunggu, nyatanya ia tetap berlalu
Ku kira itu cahaya terang bulan, nyatanya hanya cahaya lampu
Ku kira gunung setia memanggilku, nyatanya aku yang mendambamu
Ku kira malam selalu menyejukkan
Nyatanya dinginnya malam ini membuatku merindukan kehadirannya yang selalu mengahatkanku

Kamis, 09 April 2015

Apapun Itu

Untuk apa kalian mencoba dan meberanikan diri, temanku?

Kalian pasti memiliki pandangan masing-masing tentang hal ini. Tapi aku yakin, kalian juga pasti memiliki sedikit banyak kegelisahan dengan apa yang saat ini ada di tempat kita berada. Kegelisahan bahwa masih sangat banyak mungkin yang harus dibenahi. Bahkan bukan tidak jarang kalian memberi kritikan dan saran untuk kondisi yang ada saat ini. Maka semoga semangat perubahan selalu bersama kita, teman. Dukunganku terus bersama kalian.

Karena kita tahu, bahwa langsung menyalakan lilin jauh lebih baik dari pada hanya memaki kegelapan.

Rabu, 01 April 2015

Surat Seorang Kakak Untuk Adiknya

Untukmu, adikku.

Hari telah larut, Dik. Malam sudah terlalu malam, ia sudah mencapai fasa tergelapnya. Mari, tidurlah sejenak. Sehari lagi di kehidupan panjang ini telah kita lewati, biarpun nasib semakin tak pasti. Mungkin kau juga sudah mulai lelah dengan semua ini. Aku bisa dengan jelas melihatnya dari pancaran di wajahmu. Tatapanmu kini telah sayu, matamu dalam. Senyummu kini semakin berat, bibirmu sulit terangkat.

Untuk itu, Adikku, mari kita berdoa. Sementara biarkan semua lelah letih ini terlupa. Seperti yang pernah ibu ajarkan, tuhan bagi siapa saja. Meskipun kita bukan siapa-siapa di sini, di dunia ini, doa kitapun pasti ia dengarkan. Bila kita pasrah diri, tawakkal.

Esok hari perjalanan kita masih sangat panjang, Adikku. Sudahlah, tak usah terlalu kau risaukan. Mari tidurlah, lupakan sejenak semua masalah. Beban, derita, dan lelahmu lepaskanlah semua itu untuk paling tidak sesaat. Dengarkan nyanyian dari dedaunan yang bergesekan dihembus angin malam yang menyejukkan.

Usahlah kau tangisi nasib kita hari ini. Karena begitulah hidup ini, Dik. Kadang kau memang harus merasakan semua ini, agar nanti kau bisa menjadi orang yang tangguh di mata keluargamu. Agar kau bisa menjadi sosok pemimpin yang arif di mata istrimu. Agar kau bisa menjadi ayah yang bijak di mata anak-anakmu. Agar kau bisa menjadi sosok panutan bagi orang-orang sekitarmu. Kau pasti bisa melalu ini. Sudah cukup untuk hari ini, kau telah berusaha. Kau sudah terlalu lelah.

Minggu, 08 Maret 2015

Tak Perlu Judul

Halo, buat siapapun yang membaca tulisan ini, saya kasih tau dulu nih ya. Ini tulisan random, ngasal, gak jelas. Jadi dari pada buang-buang waktu, mending baca postinga-postingan saya yang sebelum ini deh (atau sesudah ini juga boleh). Yang penting yang lain aja, jangan yang ini. Yang ini useless soalnya kalau kalian baca, sumpah deh. Buang-buang waktu doang. Jadi mending liat tulisan yang lain. Ya, meskipun gak bagus, tapi lumayanlah dari pada yang ini. Mungkin bisa baca tentang hujan juga bisa merindu, melangkah bersamamu, tentang cinta (ada tiga part btw, ini yang kedua), atau tentang mendaki gunung juga boleh. Pokoknya kalau gak mau wasting time baca selain yang ini aja ya!
Karena tulisan ini, cuma tulisan yang ditulis untuk melampiaskan emosi yang tidak tersalurkan dengan baik ke hobi (bermain drum, red). Cuma tulisan yang ditulis untuk mengalihkan fikiran sejenak dari sejumlah bab pelajaran yang harus dihafal untuk tes lisan besok (tes awal praktikum, red). Cuma tulisan yang ditulis untuk mengikhlaskan beberapa kemalangan yang terjadi (kaca hp retak, red). Cuma tulisan yang ditulis untuk menyalurkan keinginan menulis (sebetulnya pengen nulis tentang yang lain tapi gagal, red). Cuma tulisan yang ditulis untuk penyemangat sebelum ujian (yang belum jelas kapan, red). Dan cuma tulisan untuk menuh-menuhin blog daripada sepi tulisan (ngejar target minimal bulanan, red).
Jadi ya, yang masih bersikeras baca tulisan ini sampai habis, ya maaf ya. Karena ini udah penghujung tulisan. Gak berisikan? Buat ending tulisannya, bikin yang bagus dikitlah biar gak terlalu rugi. Tapi endingnya cuma buat dia sih, jadi kalau bukan dia yang baca tetap useless.
Karena ini untukmu, iya kamu.
Untukmu yang saat berbicara denganmu aku menjadi gugu
Untukmu yang saat mendengarmu dunia menjadi bisu
Untukmu yang saat menatapmu senyumku tak bisa menunggu
Untukmu yang saat bersamamu aku ingin menghentikan waktu
Untukmu yang saat bermunajat pada-Nya selalu aku sebut, "Semoga dia... Boleh ya, Tuhan?"
Untukmu, boleh ya?

Kamis, 08 Januari 2015

Jangan Tunggu Aku di Puncak

Aku ingin berjalan di atas gunung. Bukan untuk menyendiri dan menyepi, tapi untuk menikmati perjalanan denganmu. Maka jangan tunggu aku di puncak, mendakilah bersamaku.
Aku ingin menapaki puncak gunung. Bukan untuk mengukur batas diriku, tapi untuk berjuang dan saling menguatkan denganmu. Maka jangan tunggu aku di puncak, mendakilah bersamaku.
Aku ingin menatap bintang dari atas gunung. Bukan untuk menikmati keindahan malam ini sendiri, tapi untuk berbagi cerita tentang bintang denganmu. Maka jangan tunggu aku di puncak, mendakilah bersamaku.
Aku ingin menikmati terbitnya sang mentari pagi dari puncak gunung. Bukan untuk melihat cahayanya, tapi untuk melihat cahaya diwajahmu saat tersenyum menatapnya. Maka jangan tunggu aku di puncak, mendakilah bersamaku.
Aku ingin menikmati dinginnya kabut tipis di lembah gunung. Bukan agar kedinginan ini menusuk tulangku, tapi agar obrolan bisa menghangatkan kita. Maka jangan tunggu aku dipuncak, mendakilah bersamaku.
Jangan tunggu aku dipuncak, mendakilah bersamaku. Karena aku ingin berjalan bersamamu, bercerita tentang suatu apapun selain tentang kita. Ya, aku sangat ingin kita bercerita. Entah kamu.

Kamis, 01 Januari 2015

Waktu..?

Halo semua! Perkenalkan, namaku Hapis. Baru kali ini aku menulis disini, tak seperti Andi yang sudah dua kali menulis disini. Dan kalau dia membahas tentang cinta, aku lebih suka membahas hal yang berbau ilmiah. Untuk kali ini, dikali pertama aku menulis disini, aku ingin sedikit menulis tentang waktu. Ya, tentang waktu.

We all have our time machines. 
Some take us back, they're called memories. Some take us forward, they're called dreams.

waktu.. waktu adalah suatu yang abstrak didalam hidup ini. waktu adalah suatu hal yang mungkin bisa dianggap hal paling berharga di dunia ini dan bahkan juga bisa dianggap hal yang paling sepele di dunia. waktu bisa membuatmu jatuh dengan penyesalan dan bisa membuatmu bangkit dengan harapan. 

satu hal pertanyaan yang membesit dibenak ini, apa waktu bisa diulang? apa waktu bisa kembali? apa waktu bisa diubah? agar semua kesalahan dan penyesalan di masa yang lampau bisa kita ulangi dan kita ubah? yah pertanyaan itu sudah memiliki jawaban. waktu tidak dapat diulang, kita tidak dapat kembali ke masa lalu. kita hanya dapat melihat masa lalu dalam sebuah kenangan. setidaknya hal itulah yang akan memberikan kita pelajaran agar lebih baik kedepan. membuat kita bangkit dan tidak melakukan kesalahan yang sama kedepan. membuat kita lebih berhati-hati dalam memilih jalan hidup kedepan. agar kita menjadi yang lebih baik kedepan. yah di masa yang akan datang kelak, hal itu akan menjadi mimpi-mimpiku. kita tidak tau apa yang akan terjadi kedepan. yang hanya kita bisa lakukan hanya berharap dan bermimpi setinggi-tingginya

karena

dia bisa mengatur
dia bisa diatur
dia hanya tidak bisa kembali lagi.

dia adalah waktu.

Oleh: Tengku Hafizh Vahryan Yahya

Minggu, 14 Desember 2014

Rasakan Saja

Awal tahun lalu, seorang teman pernah berkata,

"galaulah! karna dengannya kau akan berkarya., kara dengannya kau akan berfikir, karna dengannya kau akan bertindak.berapa banyak lagu yang dapat kau tulis di kala terluka, berapa bait sajak yang terlintas saat gelisah, dan galau tak melulu soal cinta"

mungkin, satu semester ke belakang sudah terlalu lelah dengan semua beban jurusan yang tiada henti-hentinya, yang ternyata jurusan teknik tenaga listrik bukan hanya tentang keseruannya yang pernah dituliskan di sini tapi juga menyimpan lima ratusan lembar laporan yang harus ditulis tangan. ya, mungkin salah satu faktor ini sudah cukup membuat, bahkan lelah untuk sekadar galau. alhasil, seperti kutipa kalimat teman di atas, satu semester ke belakang sangat tidak produktif. berapa tulisan yang dihasilkan? hanya dua, dan tulisan ini yang kedua. dan memang, kedua tulisan itu dihasilkan setelah melewati masa-masa kelam semester ini, yang artinya sudah memiliki cukup tenaga untuk kembali sedikit produktif. tidak lagi berada di bawah tekanan dan kejenuhan selama satu semester terakhir, masa yang bisa dibilang cukup melelahkan dalam hidup.

tapi, hal ini jugalah yang kemudian terfikirkan belakangan ini. terisnpirasi dari salah satu tulisannya mas kurniawan gunadi, bukankah hidup memang harus begitu? bukankah dalam hidup kita tak bisa selalu bahagia? bukankah kita mendapat dan mengalami masa-masa sulit? kisah dalam hidup kita kadang harus pernah mengalami fasa di titik terendah, jatuh, terpuruk dalam lubang yang dalam. kita harus tahu, bagaimana rasanya terluka, disakiti, dijauhi, dikhianati, dibenci, dilupakan, diasingkan, tak dianggap, diremehkan. terkadang, kita harus mengalami itu semua, hamya untuk membuat kita lebih dewasa dalam menyikapi kehidupan kedepannya. begitu pula dalam cinta. terkadang, untuk bisa memaknai apa itu cinta, yang katanya bisa menembus dimensi ruang dan waktu, kita harus merasakan berbagai hal tentangnya. terkadang, kita harus tahu bagaimana rasanya tak terbalas, menunggu, ditunggu, berharap, cemas, ditikung, bertepuk sebelah tangan, diduakan, digantung, diterima, bersatu, berpisah. kadang itu semua harus kita rasakan, hanya untuk kita bisa menjadi lebih memahami dan tahu bagaimana menyikapi cinta dengan lebih dewasa.

"Hidup kita kadang harus seperti itu. Hanya agar kita tahu bagaimana rasanya. Agar kita belajar dan menjadi lebih bijaksana"
@kurniawangunadi

ya, mungkin memang kita hanya harus mengalami semua itu, hanya supaya kita bisa menyikapi dan menafsirkan hidup dengan lebih bijaksana. dan, mungkin semua itu akan meninggalkan bekas luka. tapi..
(gambar disadur dari sini)
dan kutipan terakhir, yang selama ini selalu menjadi pegangan saat merasa berada dititik terendah,

"In the end, everything will be allright. if it's not allright, it's not the end"

Selasa, 02 Desember 2014

Rahasia

Akhirnya, waktu yang ditunggu pun tiba. Kembali menulis! Ah, banyak hal sebetulnya yang ingin ditumpah ruahkan ke dalam tulisan, setelah sekian lama tidak menyentuh blog ini. Kehidupan tingkat tiga jurusan sangat memakan banyak waktu, atau mungkin kurang bisa membagi waktu. Dan jadilah menulis hal yang terlewatkan. Sayangnya!

Ah, menulis ternyata memang hal yang membutuhkan repetisi, pengulangan. Setelah sekian lama tak dilakukan, menulis bukan lagi hal yang segampang menjatuhkan jari ke atas keyboard, dan bisa berjalan sendiri. Banyak yang ingin dituangkan hanya menjadi draft, karena sepertinya tak layak publikasi. Jadi, mungkin ditulisan ini cuma mencoba memulai menulis kembali, dengan sedikit menyelipkan lantunan bait lagu yang syahdu, teman kala mata tak kunjung terpejam di malam hari, atau kala pikiran sedang ingin terbang melayang melanglang buana. Lagu dengan alunan nada membuai, mendayu, syahdu. Rahasia, payung teduh.

Tak ada sore, dan udara menjadi segar
Tak ada gelap, lalu mata enggan menatap
Tak ada bintang mati, butiran pasir terbang ke langit
Tak ada fajar, hanya remang malam, semua t'lah hilang terserap matahari
Harum mawar membunuh bulan, rahasia tetap diam tak terucap
Untuk itu semua aku mencarimu
Berikan tanganmu jabat jemariku
Yang kau tinggalkan hanya harum tubuhmu
Berikan suaramu balas semua bisikanku, memanggil namamu
Atau kau ingin aku berteriak sekencang-kencangnya
Agar seluruh ruangan ini bergetar oleh suaraku

Yah, entah kenapa, kalau dengar lagu ini serasa diatas gunung, sendiri, cuma ditemani sepi. Melupakan semua persoalan, melayang pelan diatas awan. Alunan kontra bass, okulele, sama gitar klasiknya sangat membuai. Silakan dicoba dengarkan! Enjoy the sound of this song!

Rabu, 11 Juni 2014

Untukmu yang Dirindukan

Hei, kamu yang di sana, bagaimana kabarmu sekarang? Iya, kamu, siapa lagi. Aku yakin, kamu pasti baik-baik saja, kan. Ya, aku tahu kabarmu, aku selalu tahu. Aku tahu, karna aku selalu memperhatikanmu dari sini, dari balik tirai yang tak kasat mata, tapi cukup untuk membuatku tak terlihat oleh matamu. Aku di sini selalu menjadi pengagum rahasiamu. Hanya itu. Hanya itu yang kini bisa aku lakukan. Hanya sebatas mengagumimu dari sini, mengagumimu dari jauh.

Tahu kah kamu, mengapa hanya itu yang bisa aku lakukan saat ini? Kenapa aku hanya bisa sebatas mengagumi dari jauh? Karena, hei, tahu kah kamu, bahwa aku tak pernah bisa menyembunyikan kebahagiaanku, aku tak pernah bisa menahan senyumku, jika aku berhadapan langsung denganmu. Itulah mengapa aku hanya bisa mengagumi dari jauh. Hanya mengagumimu dari jauh.

Tahu kah kamu, banyak hal yang ingin ku bagi denganmu. Berlembar kisah ingin ku ceritakan padamu. Berjuta canda ingin ku nikmati bersamamu. Dan berbait kata yang ingin kusampaikan untukmu. Tapi apa, aku hanya bisa terdiam membisu, di sini, di tempat ku kini berdiri. Ya, aku terdiam melihatmu. Melihatmu yang begitu hebat disana. Melihatmu yang telah begitu bahagia. Aku takut, terlalu takut, aku takut akan mengganggu kebahgiaanmu dengan kehadiranku. Itulah mengapa aku hanya bisa mengagumimu dari sini, mengagumimu dari jauh.

Tahu kah kamu, aku selalu berharap kau merasakan hal yang sama seperti apa yang aku rasakan ini. Perasaan yang begitu hebat untukmu. Ya, itu hanya harapku semata. Memang, sama sekali aku tak berhak menyimpan harap itu terlalu lama. Tapi, entah mengapa aku selalu berharap akan hal itu. Aku berharap menjadi orang yang tiba-tiba menganggu fikiranmu. Yang mengisi mimpi indahmu. Tapi, sekali lagi itu hanya harapku. Tak lebih. Aku sama sekali tak tahu apa yang sebenarnya kau rasakan. Karna aku hanya bisa mengagumimu dari jauh.


Tahu kah kamu, aku ingin sekali kau tahu apa yang ku rasakan ini. Karena perasaan ini mulai menimbulkan benih-benih lara. Benih-benih yang membuat ku ingin selalu bersamamu, di bawah bintamg, di tengah derasnya hujan, di temaram cahaya pagi, di gelapnya malam, di hangatnya mentari pagi, di dinginnya angin malam. Haruskah aku berteriak terlebih dahulu, agar kau tahu apa yang aku rasakan ini? Entahlah. Kembali lagi, aku tak bisa melakukannya. Saat ini, aku hanya bisa menjadi pengagum rahasiamu. Hanya bisa memujamu dari sini, memujamu dari jauh.
----------------------------------------------------------------------------------------------

mencoba menginterpretasikan curhatan seorang teman, ternyata saya bukan orang yang bisa merangkai kata puitis. maaf ya, ceritamu beneran aku jadikan tulisan, hahaha

Rabu, 09 April 2014

Sebuah Pesta Rakyat; Pesta Demokrasi !

(gambar disadur dari sini)
'pesta demokrasi' itu baru saja berlangsung, hari ini. hari pemilihan para wakil rakyat, terlepas dari apakah nantinya mereka akan benar-benar akan mewakili kita para rakyat atau tidak, namun sejauh ini mereka selalu disebut wakil rakyat, akhirnya tiba. hari ini. semua warga negara yang telah memenuhi syarat bisa menyuarakan haknya pada acara lima tahunan ini. semua warga yang telah memenuhi syarat itu memiliki hak, baik hak untuk memilih orang yang katanya akan menjadi wakilnya di senayan, ataupun hak untuk tidak memilih karena tidak ada yang ia percayai untuk mewakilkannya. bebas. apapun keputusan yang diambilnya, itu merupakan haknya. toh, ini negara bebas, negara demokrasi, bukan?

pesta demokrasi kali ini adalah yang pertama kali penulis ikut serta di dalamnya ini adalah kali pertama penulis bisa ikut menyuarakan aspirasi dari diri penulis untuk bangsa ini ya, mudah-mudahan untuk bangsa ini. ini adalah kali pertama diadakannya pesta demokrasi setelah penulis memenuhi syarat untuk menjadi pemilih, yang dalam hal ini adalah memiliki KTP. dan sebagai rakyat yang punya hak, penulis memilih untuk ikut serta secara aktif dalam pesta demokrasi kali ini. penulis ikut memilih para calon wakil rakyat itu, meski prosesnya bisa dibilang butuh sedikit perjuangan lebih. tapi, ya, penulis pada akhirnya tetap bisa menyuarakan hak untuk memilih itu. penulis ikut mencoblos, untuk pertama kali!

ada beberapa hal pembelajaran yang didapat dari pesta demokrasi yang pertama kali penulis ikuti ini. pertama, bahwa tentunya pesta demokrasi ini memakan banyak sekali uang negara, dengan sistemnya yang masih terbilang konvensional. dengan sistem coblos pada kertas, yang mana ada empat lembar kertas berukuran A3, dan tiap kertasnya diprint berwarna, tentunya itu akan menghabiskan sangat banyak biaya bahkan hanya untuk mencetak surat suara. untuk pembaca yang sedang atau sudah mendalami dunia informatika, dunia programming, tolonglah bantu negeara ini untuk membuat suatu sistem pesta demokrasi yang lebih canggih, lebih modern. pemilihan yang bisa dilakukan secara digital, tanpa harus mengeluarkan banyak biaya, yang katanya bahkan mencapai 170 triliun rupiah! negara ini sangat membutuhkan kalian, insinyur informatika.
contoh surat suara
(gambar disadur dari sini)
ada 4 kertas suara berukuran A3, semua berwarna
(gambar disadur dari sini)
poster yang beredar diberbagai medsos
yang ke dua, sistem koordinasi di negeri ini masih kurang sempurna. terbukti, info tentang cara pindah TPS untuk para perantau, seperti penulis misalnya, masih simpang siur. pada awalnya, dikatakan bahwa para perantau semisal mahasiswa, boleh tetap memilih di daerah tempat tinggalnya di tanah perantauan dengan terlebih dahulu mengurus suatu surat pengantar yang telah disediakan KPU di tiap-tiap lembaga/universitas tempat orang itu bekerja/belajar. namun, setelah itu muncul lagi kabar, juga dari KPU, bahwa untuk para perantau jika ingin memilih tidak harus mengurus surat pengantar tersebut. cukup datang pada hari H dengan membawa KTP, di sekitar jam dua belas siang, maka ia bisa memilih jika ada surat suara berlebih. tapi, tadi ketika penulis datang ke TPS, penulis melihat ada beberapa mahasiswa yang mengambil keputusan ke dua, datang ke TPS tanpa surat pengantar. namun apa yang terjadi? mereka tidak diizinkan untuk memilih, karena dikatakan oleh PPS bahwa harus ada surat pengantar yang disebutkan pada keputusan pertama tadi. PPS menolak keputusan ke dua, dengan dalih bahwa keputusan itu telah dibatalkan di tanggal tujuh april kemarin. simpang siur. bagaimana bisa suatu keputusan tetiba dibatalkan di H-2 pemungutan suara. ada juga yang mengatakan, bahwa keputusan ke dua itu hanya untuk yang berdomisili di daerah TPS tersebut, tapi belum terdaftar sebagai DPT. tetap saja simpang siur, bukan? dan anehnya, tetap saja ada TPS yang membolehkan para perantau memilih hanya dengan memperlihatkan KTP-nya. terlihat sekali kurangnya koordinasi dan sosialisasi keputusan antara KPU dan PPS di tiap TPS-nya.

lalu yang terakhir, penulis lagi-lagi mendapat pembelajaran, bahwa memang rakyat negeri ini, rakyat indonesia, adalah rakyat yang senang dengan pencitraan, cocok sekali dengan yang pernah penulis singgung sebelumnya di tulisan ini. bagaimana tidak, lihat saja hasil 'hitung cepat' atau quick count yang sudah mulai banyak beredar diberbagai stasiun televisi. yang mendapat pilihan tertinggi dari rakyat indonesia pada pesta demokrasi kali ini adalah partai 'merah'. sadarkah, bahwa itu sangat tidak terlepas dari citra si calon presidennya, si 'kotak-kotak'? ya, citra beliau begitu hebat, begitu luar biasa di mata kebanyakan rakyat indonesia dengan jurus 'blusukan' andalannya, sosok ini berhasil mencuri hati hampir semua golongan rakyat. dan momentum habatnya citra sosok ini dimanfaatkan dengan sangat baik oleh partai 'merah' untuk mendulang suara di pesta demokrasi kali ini, dengan motto "coblos merah, kotak-kotak presiden!". dan hasilnya? sangat berhasil! mereka berhasil menjadi peraup suara terbanyak di pesta demokrasi kali ini, meski baru secara 'hitung cepat'. itu sudah lebih dari cukup, untuk menguatkan bahwa memang rakyat negeri ini sangat cinta dan senang dengan yang namanya pencitraan. bahkan, di kampus penulis pun, yang menang pemilihan adalah calon yang citranya lebih bagus dibanding calon lainnya. ya, pencitraan adalah segalanya di negeri ini. bah!

itulah beberapa pembelajaran yang sedikit penuis dapatkan dari pesta demokrasi kali ini, yang pertama kali penulis ikuti ini. terlepas dari itu, semoga mereka yang terpilih menjadi wakil kita, para rakyat, bisa memegang amanah sebaik-baiknya. bisa benar-benar menyuarakan aspirasi kita, para rakyatnya. bukan mementingkan kelompoknya, apalagi peibadinya. semoga negara ini bisa menjadi lebih baik ke depannya, setelah pesta demokrasi kali ini. dan apabila nanti kenyataannya kurang sesuai dari apa yang kita inginkan untuk negeri ini, ingat saja. suara rakyat tidak hanya pada saat pesta demokrasi ini. rakyat tidak hanya bisa bersuara pada saat pemilu. bukan hanya 'lima menit untuk lima tahun'. kita, rakyat, bisa melakukan lebih banyak dari itu. kita bisa menyuarakan aspirasi kita setelah pesta demokrasi ini berakhir, jangan lupakan itu.

Senin, 31 Maret 2014

Akhirnya, Dia Menghubungi Ku

apa yang kau rasakan, ketika orang itu menghubungimu? bahagia, bukan? dan benar saja, itulah yang tadi aku rasakan ketika orang itu akhirnya orang itu menghubungi ku. ah, kau pasti mengerti maksud ku. kau pasti paham apa yang aku sedang bicarakan. kau pasti bisa menerka dengan benar, siapa orang itu, yang tadi ku sebut. ya, benar. orang yang sedang aku bicarakan kali ini adalah dia yang menarik perhatian ku, dengan segala apa yang ada pada dirinya.

dia, yang senyumnya selalu ku lihat di tiap hari ku, walau kini telah jarang aku bertemu langsung dengannya. sudah lama aku tak berpapasan dengannya, walau hanya untuk sekedar berkata 'hai' pada dirinya. tapi satu hal yang pasti, aku selalu ingat senyumnya itu. senyum orang itu. ah, bagaimana senyum itu tak selalu ku ingat, jika senyum itulah yang paling bisa membuat hari ku menjadi lebih indah ketika melihatnya. jika senyum itulah yang selalu bisa membuat alam bawah sadar ku memerintahkan ku untuk ikut tersenyum ketika melihatnya. jika senyum itu, yang juga bisa membuat ku tersipu malu, walau senyum itu hanya terbayang ditengah lamunanku. ya, dia yang memiliki senyum sehebat itu, seindah itu, dialah yang menghubungi ku.

dia, yang hari dan raut wajahnya selalu dihiasi keceriaan, dan keceriaannya itu adalah hal yang selalu ingin ku saksikan. walau kini, aku tak bisa selalu melihat keceriaannya itu, karena suatu hal yang membentuk jarak dan batas di antara kami. tapi satu hal yang pasti, aku selalu memperhatikannya dari sini, hingga aku bisa merasakan bahwa keceriaan itu selalu tergambar di wajahnya. keceriaan di wajah orang itu. ah, bagaimana keceriaan di wajahnya tak selalu ingin ku saksikan, jika keceriaan yang terpancar diwajahnya sudah cukup bagi ku untuk menjadi bahagia. jika keceriaan diwajahnya sudah cukup untuk membuat ku merasa bahwa dunia ini memang indah. ya, dia yang memiliki keceriaan sehebat itu, dialah yang menghubungi ku.

ya, dialah yang menghubungi ku. dia yang ku harap bisa berada di dekat ku. ah, mungkin belum saatnya dia ada di dekat ku. aku belum bisa selalu melihat senyumnya. aku belum bisa selalu memperhatikan keceriaannya. tapi saat dia menghubungi ku, di saat sudah lama sekali aku tak mendapat kabar darinya, di saat sudah lama sekali aku tak berbicara dengannya, di saat sudah lama sekali aku tidak berkomunikasi dengannya, saat itulah kebahagiaan itu kembali muncul begitu saja. rasa bahagia itu dengan sekejap dan tiba-tiba menyeruak keluar, setelah sekian lama tertimbun kaku di dalam hati. kebahagiaan itu tiba-tiba hidup kembali, memberi sedikit harapan untuk kembali bisa melihat senyumnya, kembali bisa menyaksikan keceriaannya. itulah yang ku rasakan saat ia akhirnya menghubungi ku. saat ku menarik nafas panjang, mempersiapkan seluruh komponen yang ada di diri ku untuk bercakap-cakap dengannya, saat ku genggam dengan sedikit ragu telepon genggam ku, saat ku bersiap menyapanya dan mendengar suaranya, saat ku bersiap menekan tombol 'jawab' dilayar telepon ku, saat itu pula aku terbangun. saat itulah aku tersadar, bahwa aku hanya bermimpi.

ya, ternyata semua ini hanya mimpi. ketika dia akhirnya menghubungi ku, ternyata itu hanya mimpi.

Kamis, 27 Maret 2014

Yuk, Jajan Makanan Khas Indonesia, di Wisata Kuliner Melayu 2014 :)

Ya-Ha!!!

cuma itu yang bisa terucap dari mulut ku ketika wisata kuliner melayu 2014 hanya tinggal tak lebih dari 10 hari lagi. ya! minggu depan, tepatnya tanggal 5 april 2014, akan ada sebuah acara menarik, yang pasti acara ini akan sangat memanjakan para pecinta wisata kuliner. dan hebatnya, wisata kuliner ini, sesuai namanya, adalah wisata kuliner yang menyediakan makanan khas indonesia! makanan yang akan disajikan pada acara yang hanya diadakan sekali setahun ini, adalah sajian khas melayu riau. ah, belum pernah mencicipi sajian khas kampung halaman ku ini? bah! rugi! citarasa yang disajikannya sangat bisa menggoyang lidah penikmatnya. cita rasa a la sumatra, yang penuh bumbu, akan bisa memanjakan lidah penikmatnya. sajiannya akan mampu membuat lidah ingin meminta tetap makan, walau perut sudah tak mampu menampung lagi! tak percaya? bolehlah aku perlihatkan beberapa sajian yang akan disediakan pada acara wisata kuliner melayu minggu depan. tapi maaf sebelumnya, jangan berharap aku akan mampu menjelaskan secara rinci tentang makanan yang akan aku tunjukkan ini. aku tak terlalu mengerti. jadi mungkin hanya akan sedikit info yang akan aku berikan, bukan sebuah penjelasan lengkap dan rinci tentang makanannya. dan, inilah dia!

  • Roti Jala

roti jala. kenapa makanan ini yang aku tunjukkan pertama kali? pastilah karena memang inilah makanan sajian di wisata kuliner melayu 2014 yang menurut ku paling maknyus! roti jala, sebuah makanan yang terbuat dari suatu tepung, maaf aku tak tahu tepung apa, yang dipadukan dengan bahan masak lain, dan dibuat berbentuk menyerupai jala untuk menangkap ikan (yang berwarna kuning pada gambar). roti ini disajikan dengan kari, bisa kari ayam atau pun kari sapi. terbayang, empuknya roti, yang kemudian dipadukan dengan citarasa kari khas sumatra yang kaya bumbu, pekat santan, dan sedikit pedas, membuat penikmatnya akan merasakan betapa nikmatnya cita rasa makanan khas indonesia! pokoknya, roti jala ini paling recomended buat dicoba!
  • ketan durian
ah, buat pecinta durian seperti ku, ini adalah sajian yang sangat tidak boleh terlewatkan! sajian ini adalah berupa buah durian, atau daging bijinya yang akan dimakan lebih tepatnya, yang diambil langsung dari buahnya yang baru di kupas di temat penyajian, yang kemudian dipadukan dengan beras ketan yang legit dan empuk serta sedikit gurih! hmm, menuliskannya saja sudah membuat air liur di mulut ku menjadi lebih banyak. ketan durian ini juga disajikan dengan sedikit taburan kelapa parut pada ketannya, untuk menambah cita rasa khas sumatranya. kelembutan durian yang manis sedikit lengket dimulut dipadukan dengan kelembutan ketan yang gurih ditambah dengan citarasa kelapa parut membuat sajian satu ini menjadi jajanan yang paling banyak diminati di riau sana. jika sedang berkunjung ke kota pekanbaru, pasti kalian akan menemukan banyak sekali pedagang ketan durian ini. tentu saja, cita rasanya yang mani dan gurih membuat banyak orang yang ingin menikmatinya!
  • mie lendir
kali ini adalah sajian yang tak boleh dilewatkan oleh para pecinta jenis mie. mie yang berasal dari batam ini sangat bisa memanjakan lidah penikmatnya. lihatlah gambarnya, membuat kita menelan ludah, bukan? ditambah, ini adalah makanan khas pulau batam! wah, pasti cita rasa khas melayu kepulauan akan sangat terasa di sini. paduan mi, beberapa jenis sayuran segar, dan kuah khas melayu kepulauan, membuat cita rasa mie lendir lain dari mie yang lain!
  • bolu kemojo
untuk yang satu ini, adalah sebuah sajian berjenis camilan. bagi yang pernah berkunjung ke riau, bolu kemojo ini adalah makanan yang paling sering dijadikan sebagai buah tangan untuk keluarga di tempat asalnya. kenapa bolu kemojo? karena bolu khas melayu riau ini sangat berbeda dari jenis bolu-bolu lainnya. bedanya, jika pada kebanyakan bolu teksturnya lebih rapuh karena adanya soda kue, tidak begitu dengan bolu yang satu ini. tekstur yang dimilikinya lebih padat, lebih 'berisi'. ketika kita menggigitnya, sensasi gigitan yang diberikannya tak sama dengan sensasi gigitan yang diberikan oleh bolu lainnnya. bolu kemojo lebih kenyal, namun tetap berbentuk bolu. penasaran? rasakanlah sendiri sensasi menggigit bolu kemojo ini! apa lagi ditambah dengan rasa dan aromanya yang khas, manis, tapi tak terlalu manis. ah, sudahlah. aku tak terlalu bisa menggambarkannya. langsung saja coba!
  • laksamana mengamuk
nah, kalau yang satu ini, adalah sajian berupa minuman unik. pastinya, tatap khas melayu. namanya saja sudah unik, bukan. minuman yang satu ini berisi potongan buah mangga segar dan manis, yang disajikan dengan larutan air spesial, racikan khas orang melayu riau. konon, minuman ini dinamakan laksamana mengamuk, karena dulu pernah ada laksamana (raja) yang tengah berjalan-jalan di kebun mangganya. ditengah perjalanannya menikmati aroma kebun mangga, ia mendapat kabar bahwa istrinya selingkuh dengan pria lain! sontak ia pun marah, mengamuk! ia mengamuk, dan mengayun-ayunkan pedang yang dimilikinya disepanjang perjalanan keluar dari kebun mangga, untuk mencari istrinya dan selingkuhannya. demikianlah, ternyata ayunan pedang sang laksamana membuat buah-buah mangga yang ada di kebun terpotong-potong. alih-alih di buang, para pekerja kebun itu berkreatifitas menciptakan minuman yang nantinya akan di tambahkan potongan buah mangga akibat amukan sang laksamana. dan jadilah, laksamana mengamuk! begitulah konon kisah dibalik nama laksamana mengamuk. terlepas dari benar atau tidaknya cerita itu, citarasa dan kesegaran yang diberikan oleh minuman ini sangat bisa membuat kerongkongan kehilangan rasa dahaganya!

nah, itulah dia beberapa makanan khas melayu yang akan disajikan di festival wisata kuliner melayu, pekan depan. sebenarnya, masih banyak sajian khas melayu lain yang akan disajikan di wisata kuliner itu. ada jenis makanan lain seperti nasi dagang, kole kacang, rujak malaka, laksa, dan tepung gomak. dan ada juga berbagai jenis minuman lain, seperti air mata pengantin, air mata kucing, dan air tahu. tapi, keterbatasan penulis membuat hanya beberapa saja yang bisa dijelaskan ditulisan ini. 

ah, aku tak sabar mencicipi semua sajian khas melayu itu. yuk ah, berjajan ria di wisata kuliner melayu 2014! 

terima kasih pada sumber gambar:
    -roti jala
    -ketan durian
    -mie lendir
    -bolu kemojo

Minggu, 23 Maret 2014

Cinta..? Ah, Aku Tak Mengerti..

halo semua, perkenalkan, nama ku andi. aku seorang remaja, seorang pemuda tanggung. ya, usia ku kini tengah menginjak masa-masa, yang kalau kata kebanyakan orang sekarang, adalah masa-masa paling galau, masa-masa paling labil, tapi juga masa-masa paling indah. masa-masa dimana teman-teman seusia ku mulai menyukai lawan jenis. bukan berarti selain masa ini orang-orang tidak menyukai lawan jenis, tidak. kau pasti tahu, bukan itu pastinya yang ku maksud. tapi, yang aku maksudkan disini adalah bahwa usia ku kini adalah masa dimana suatu perasaan yang abstrak itu muncul. perasaan yang sering disebut cinta. dan inilah yang akan menjadi topik tulisan ku kali ini. tentang cinta.

cinta. ah, sebenarnya aku bukanlah termasuk orang yang suka berbicara tentang topik yang satu ini. dan kali ini adalah pertama kali aku membuat tulisan tentang cinta. kenapa? karena menurut ku cinta itu tidaklah selalu sesuatu yang indah. buat ku cinta adalah suatu hal yang rumit, abstrak, dan membingungkan. dari dulu, aku mencoba untuk membuat suatu hal berbau cinta, entah itu puisi, lagu, gambar, atau hanya sepenggal kalimat. namun entah kenapa tak pernah mampu ku buat semua itu. bahkan untuk menuliskan kata 'cinta' itu saja sangat asing bagi ku. ah, tampaknya aku memang tidak terlahir sebagai seorang pujangga cinta. tak pernah kuasa ku rangkai kata hingga membentuk sebuah prosa nan indah tentang cinta. begitulah cinta bagi ku, terlalu membingungkan, walau  hanya sekedar membuat kata cinta itu sendiri.

dan, karena bagi ku cinta itu adalah hal yang rumit, tak pernah ada satu tulisan yang ku buat adalah sebuah mahakarya tentang cinta. pun dengan tulisan ini. jangan harap kalian akan menemukan tulisan indah tentang cinta di tukisan ini. ah, sekali lagi aku hanyalah seorang pemuda yang menganggap cinta suatu hal yang rumit, abstrak, dan membingunkan. tak pernah bisa ku mengerti, apa itu cinta. apakah jika aku tertarik, suka pada seorang lawan jenis ku, maka itu berarti aku sedang jatuh cinta? ah, entahlah. sudah ku katakan bukan, aku pemuda yang kurang memahami cinta.

(gambar disadur dari sini)
jika tentang kata 'cinta' saja aku kurang mengerti, apalagi jika kata itu ditambah kata lain didepannya. ya ampun, aku akan semakin bingung dengan dua kata yang membentuk frasa itu. entah itu 'jatuh cinta', 'nyatakan cinta', atau 'putus cinta'. tidak, aku tidak mengerti. aku sama sekali tak mengerti dengan jalan cinta yang sering diceritakan teman-teman ku. mereka sering bercerita tentang hal yang sama. masa indah jatuh cinta dimana pikiran yang jatuh cinta akan selalu dibayangi dan dihantu yang dicinta, tiada hari tanpa pikiran tentangnya. kemudian akan menjadi lebih syahdu dan bahagia jika tahap nyatakan cinta telah terlewati dan 'diterima', masa dimana senyum selalu merekah dibibir keduanya saat bertemu. namun hampir pasti selalu ada akhir, yang bernama putus cinta. ah, mereka selalu bercerita tentang hal yang sama pada tahap ini.

bisa dikatakan, aku bosan mendengar cerita mereka tentang bagaimana ketiga tahap ini bisa, mungkin harus, datang pada mereka. aku tak mengerti tentang tiga tahap yang mereka pasti mereka lalui, namun tak jera mengulanginya kembali. yah, mungkin karena kata seorang teman,'putus cinta itu sih biasa, yang gak biasa itu kan putus tapi masih cinta,' aku sendiri tak begitu paham maksudnya. sesuatu yang berbau cinta bukan hal yang mudah untuk ku pahami. jadi, entahlah aku tak mengerti maksudnya. cinta begitu membingungkan buatku.

yah, karena memang, kembali lagi aku bukan orang yang mengerti cinta, tulisan ini pun cukup sampai disini. cinta memang membignungkan buatku. abstrak, aneh. jadi harap dimaklumi jika tulisan ku tentang cinta ini membingungkan, abstrak, atau aneh. nama ku andi, salam cinta.

Senin, 17 Maret 2014

Indonesia, Oh Indonesia...

habis belajar suatu mata kuliah, yang isinya 40 persen motivasi dan cerita menarik tentang pengetahuan umum dari pak dosen. khusus ditulisan ini, ane mau ngutip sedikit perkataan pak dosen ini. tentang apalagi kalau bukan bangsa ini. ya, lagi-lagi tulisan ane masih berkutat di seputar indonesia. eits, bukan acara berita yang di tv itu tapi ya. tapi sebelumnya ane mau minta maaf, karena tulisan ini cuma anekdot, lelucon belaka. kenyataannya? entahlah, siapa yang tahu kan? langsung aja lah ke inti. begini cerinya (gaya host kismis; anak 90an harusnya tahu kismis itu apa).

suatu hari, malaikat diperintahkan oleh tuhan untuk menurunkan hujan di satu negara, indonesia. kata tuhan,'hei malaikat! turunkanlah hujan di indonesia, dan sertakanla benih kesuburan di dalam tiap butiran hujan yang turun di tanahnya, agar tanahnya menjadi sangat gampang ditumbuhi berbagai tanaman.' 

lalu malaikat sedikit memprotes,' ya tuhan, mengapa kau berikan lagi kesuburan melalui hujan pada indonesia, padahal pada dasarnya tanpa itupun tanahnya sudah sangatlah subur? bahkan kau juga memberi sumber daya alam yang melimpah pada indonesia, emas, perak, tembaga, batu bara, intan, hampir semua sumber daya alam kau sebarkan di seluruh penjuru indonesia. mengapa kau tidak memberi kekurangan pada indonesia, tuhan? apakah indonesia begitu spesial?'

tapi kemudia, tuhan menjawab,'aku sudah berikan kekurangan pada indonesia, kau saja yang tidak memperhatikan,'

'apa kekurangan indonesia, ya tuhan?' tanya malaikat.

kata tuhan,'lihatlah orang yang berkuasa di sana, maka kau akan tahu.'

sekali lagi, ini cuma anekdot. tidak bermaksud apa-apa sama sekali.

Rabu, 12 Februari 2014

Rindu Itu

rindu itu terasa ketika bersama
rindu itu terasa bukan karena jarak jauh yang memisahkan
tapi disaat kalian dekat
saling berhadapan, tapi ada jarak yang kalian sadari
jarak yang membuat perasaan kalian saling menjauh
perasaan jauh yang timbul dari memori yang telah lalu
memori bahagia saat kalian bersama
namun, kalian sadari bahwa semua telah berubah
semua memori itu telah berlalu
dan yang kalian bisa lakukan sekarang hanyalah membentuk jarak
jarak yang kemudian membentuk suatu rindu, rindu dalam diam
rindu dalam kecanggungan, rindu tanpa jalan pulang
jarak di antara hati membentuk suatu rindu
rindu yang aneh, karena bukan rindu yang semestinya
kalian tahu itu, tapi membiarkan
membiarkan rindu itu bergerak di antara kalian
rindu yang melangkah ke setiap jejak memori
rindu yang tanpa sadar menggenangi sudut mata
rindu yang membuat kalian tanpa rasa sekarang
tanpa kata
tanpa jarak

mengutip dari akunnya @GAneshaLAU, inilah kerinduan yang mungkin banyak dirasakan oleh kebanyakan mahasiswa saat ini, terutama mahasiswa di kampus gajah ini, terhadap sahabat-sahabatnya, teman-temannya. mereka yang merindukan kebersamaan, keceriaan tanpa adanya batas kesibukan, tanpa adanya batas 'profesionalitas', yang kemudian hanya membuat lunturnya keceriaan alami yang tanpa 'esensi khusus'. semua sibuk dengan urusannya masing-masing. untunglah, aku di sini tidak menjadi salah satu korban rindu itu. aku di sini masih bersama mereka, gycentium credas disorator. terimakasih, sobat.

ps: bait di atas adalah suatu narasi dari sebuah lagu letto, sebenarnya cinta

Selasa, 11 Februari 2014

Bunga di Malam Itu

Malam itulah malamku
Ketika aku bertemu denganmuDalam hati ku terseduTanganku tergenggam menahan haruMataku tak lepas darimuWalaupun ku sendiri ragu 

Bunga menebar sejuk wewangian malam ituKu tak mampu menahan rasa yang tak menentuLalu muncullah rasa di dalam benakkuKu tak pantas memandangi wajahmu
Rindu itu belum hilangWalau pertemuan itu terkenangDalam hatiku berdoaJangan sampai aku pernah terlupa

Padamu penjaga hidupkuTak pernah meninggalkan aku------------------------------------------------------------------random pisan ya malam-malam ngepost beginian. tapi jujur ini band keren banget. jarang-jarang ada band yang liriknya sebenarnya adalah tentang agama. kayanya cuma band ini, yang lain baru agamis kalau udah dekat lebaran, dekat ramadhan. tapi band ini lain. di setiap albumnya pasti ada lagu yang sebenarnya itu seperti obrolannya kepada tuhan atau rasulnya, atau mungkin dengan orang tuanya. bahkan kadang tidak hanya satu, dalam satu album bisa ada beberapa lagu yang sebenarnya adalah tentang hal religi. dengan pemilihan kata yang indah, band ini menjadikan liriknya sangat syahdu, seperti salah satu lagunya di atas yang merupakan satu lagu dari albumnya yang berlabel "don't make me sad"
(gambar disadur dari sini)
ya, band ini adalah letto. banyak sekali lagu selain lagu di atas yang sebenarnya bertemakan religi, seperti sandaran hati, lubang di hati, sabarlah cinta, dan sebagainya. saran ane coba di dengerin juga deh lagunya. mantep pisan! selain liriknya yang syahdu, alunan nada musik yang mengalun dengan lembutnya, ditambah suara vokalis yang tak kalah syahdu dibanding liriknya bisa memperbaiki mood, easy listening lah. sila dicoba dengerin lagunya.

Rabu, 15 Januari 2014

Inilah Pekanbaru, Bang !

pekanbaru, kota dimana ana dilahirkan dan dibesarkan sampai menginjak masa remaja tanggung (baca : smp) ini sekarang sudah banyak berkembang dibanding terakhir kali sebelum ana merantau ke pulau jawa. di tulisan kali ini ana akan sedikit membagi keindahan dan kelebihan kota yang akrab disebut kota "1000 ruko" ini. fyi, ruko itu "rumah toko", pada tau rumah toko kan? diasumsikan tau lah ya.

jadi, sejak sekitar 5 tahun ana pergi merantau keluar dari kota ini, bahkan dari pulau tempat kota ini berada, sekarang si pekanbaru ini sudah mulai banyak memiliki sesuatu yang bisa di'pamer'kan. jadi ya sekarang sudah gak ragu lagi lah ngajak teman jalan-jalan ke rumah ana. yang tahun ini mau jalan ke pekanbaru, lanjut ke sumbar, silakan lapor ana biar langsung direncanakan.

balik ke inti tulisan, apa aja itu yang bisa dipamerkan dari kota ini? inilah dia!
  • jalan layang
jalan layang di pekanbaru ini ceritanya lain dari yang lain. belum ada jalan layang yang bisa nyamain keunikan jalan layang pekanbaru ini. jalan layang pasupati bandung kalah jauh kali. apa keunikannya? jalan layang di pekanbaru ini cepat sekali pembangunannya. memang, waktu itu kejar target untuk persiapan PON di riau. jadi mau gak mau nyelesain proyek jalan layang ini harus ekstra cepat. jadilah pembangunannya bisa rampung kurang dari 6 bulan saja. selain itu, keunikan dan kelebihan dari jalan layang pekanbaru ini adalah bahwa di jalan layang ini ada ukiran seni khas melayu riau. warna-warni lagi. mana ada jalan layang di daerah lain yang ada seninya kaya jalan layang di pekanbaru ini. jalan layangnya ini di bikin bagus lah pokoknya. bukan cuma buat transportasi, tapi juga hiasan kota. yang terakhir, keunikan dari jalan layang pekanbaru ini adalah jalan layangnya gak terlalu panjang. pendek-pendek saja, tapi banyak jalan layangnya. jadi satu jalan layang itu cuma melewati satu lampu merah, udah itu aja. jadi naik, ngelwatin satu persimpangan yang ada lampu merahnya, terus turun lagi deh. serulah pokoknya naik jalan layang pekanbaru, mana pas turun dari salah satu jalan layang itu ada pemandangan yang bagus dari salah satu sudut kota pekanbaru yang akan dibahas selanjutnya, perpustakaan riau.
  • perpustakaan wilayah (puswil) riau
yang unik dari puswil ini adalah bentuknya. bentuk dari puswil ini adalah menyerupai buku yang sedang terbuka. jadi arsiteknya kreatif jufa, karna tempat orang baca buku, dibuatlah bentuknya menyerupai buku yang sedang terbuka. selain itu, katanya sih puswil riau ini adalah perpustakaan terbesar di asia tenggara. wow! ana pernah masuk ke dalamnya, emang mantap pisun sih, luas, sejuk, adem, tentram, nyaman, koleksi bukunya banyak banget lagi. dari dongeng sampai pertanyaan-pertanyaan yang aneh dari socrates ada kali di dalamnya. buat yang suka baca, bisa seharian di sini sih. recomended deh.
  • lampu jalan
kenapa lampu jalan di pekanbaru ana bilang menarik? lihat aja fotonya di bawah. bentuk lampu jalannya unik, dibikin bagus, berseni. sama kaya jalan layang tadi, kayanya lampu jalan juga dibuat bukan cuma untuk penerangan di waktu malam deh, tapi juga untuk hiasan biar enak dilihat. emang orang melayu riau kayanya cinta seni dan keindahan. kayanya gak ada deh di kota lain yang lampu jalannya sebagus di pekanbaru. di kota lain palin lampu jalannya cuma besi dibengkokin, ujungnya dikasih lampu. udah. di pekanbaru lampu jalannya diwarna, di bengkok-bengkokin membentuk suatu pola lagi. dahsyat deh!

ya mungkin itu dulu tentang kelebihan pekanbaru nya. karena udah kepanjangan juga, ntar malah gak seru (emang ini seru?). walaupun sebenarnya masih ada hal menarik lain kaya sekarang udah jalan khusus sepeda di semua ruas jalan yang ada di kota yang kadang juga dipakai buat maraton sore sama orang-orang, atau bahkan buat parkir kadang. ada juga jembatan yang baru berumur 1 tahun, tapi udah bengkok (serem ya). atau ada juga mba-mba indom*ret atau alf*mart, yang sekarang udah menjamur, yang kalo di bandung waktu kita masuk mba-mbanya ngomong,'selamat datang, a'' dengan logat khas sunda yang lemah lembut. nah kalo di pekanbaru mba-mbanya kaya tereak gitu (gaya bicara khas sumatra, lantang) ngomong,'selamat datang, bang!'. ya sudahlah. yang jelas, ayo ke pekanbaru!

bonus, ini nih foto dari yang udah disebutin di atas.

  • jalan layang
ini nih yang ada pemandangan bagusnya, kalo dilihat langsung dari atas jalannya lebih bagus lagi deh sumpah.
(gambar disadur dari sini)
tuh ada hiasan motif kapal lancang kuningnya, mewah banget lah
(gambar disadur dari sini)
ini kenampakan dari atas
(gambar disadur dari sini)
  • perpus wilayah
ini yang katanya terbesar se asia tenggara
(gambar disadur dari sini)
  • lampu jalan
ini nih sketsa lampu jalannya
(gambar disadur dari sini)
nih bentuk aslinya di jalan
(gambar disadur dari sini)